Jakarta – Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyoroti eskalasi kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terus meningkat setiap tahun. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, politikus Partai Golkar ini mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melaporkan kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Tanggung Jawab Moral Anggota Dewan
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ini menyatakan kesiapannya untuk membela anak-anak yang menjadi korban kekerasan. “Selaku anggota DPR, ada tanggung jawab moral yang harus saya tunaikan, yaitu menyuarakan penderitaan masyarakat, baik di Dapil, maupun secara umum,” ujar Doli di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).
Doli menyampaikan bahwa isu kekerasan terhadap anak telah lama menjadi perhatian utamanya. “Hari ini saya menunaikan janji saya untuk menyampaikan pengaduan tindak kekerasan seksual yang dialami warga yang ada di kampung saya,” tambahnya. Ia mengaku prihatin dengan kasus kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekat terhadap anak.
Data Mengejutkan dan Seruan Penindakan Tegas
Berdasarkan data yang diperoleh, terjadi peningkatan rata-rata seribu kasus kekerasan seksual terhadap anak per tahun sejak 2021. Pada tahun 2024, tercatat sekitar 11.700-an kasus, namun angka ini hanya berdasarkan laporan yang masuk. Doli menduga masih banyak kasus yang belum terungkap, mengibaratkannya sebagai fenomena gunung es.
“Ini seperti simtom, fenomena gunung es. Kita belum tahu berapa angka pastinya. Dugaan saya masih banyak kasus lagi yang tidak terungkap. Oleh karena itu, ini harus menjadi perhatian serius kita semua. Negara, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama melakukan perlawanan terhadap kekerasan terhadap anak-anak,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya penindakan tegas terhadap pelaku kekerasan seksual anak karena dapat merusak masa depan anak dan bangsa. “Anak-anak adalah wajah masa depan bangsa ini. Kalau wajah anak-anak ini kita tidak jaga, atau dirusak, dan kita biarkan, maka itu sama saja dengan kita membiarkan dan merusak masa depan bangsa ini. Insya Allah saya siap mewakafkan diri saya untuk terlibat bersama-sama menjaga anak-anak Indonesia dari kekerasan, dalam bentuk apapun,” tegas Doli.
Kronologi Awal Kasus di Asahan
Sebelumnya, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mendapat laporan mengenai 12 anak yang diduga dicabuli oleh seorang pemuka agama di Kabupaten Asahan. Politikus Golkar ini mendesak pihak kepolisian untuk memberikan atensi khusus terhadap kasus tersebut.
Doli mengungkapkan bahwa laporan tersebut ia terima langsung dari orang tua salah satu korban yang dikenalnya. “Saya mendapat laporan langsung dari orang tua salah satu anak yang menjadi korban. Saya kenal dekat dengan orang tua anak itu. Saya sangat terkejut mendengar peristiwa tersebut. Itu tindakan dan perilaku biadab! Saya minta kepada pihak Kepolisian untuk memberikan hukuman yang seberat-beratnya, tentu sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku,” kata Ahmad Doli Kurnia Tandjung, dilansir detikSumut, Selasa (10/2/2026).






