Berita

Bahlil Lahadalia Ditunjuk Jadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional, Fokus Swasembada Energi

Advertisement

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi mengemban tugas baru sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN). Pelantikan Bahlil dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (29/1/2026). Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 134 P Tahun 2025 tentang pengangkatan anggota DEN dari pemangku kepentingan dan Keppres Nomor 6 P Tahun 2026 mengenai pengangkatan keanggotaan DEN dari unsur pemerintah.

Prioritas Swasembada Energi

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pengangkatan ketua harian dan anggota DEN dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto karena isu energi merupakan salah satu prioritas utama pemerintah. “Jadi, kenapa ini langsung Bapak Presiden yang akan melantik, karena sekali lagi, bahwa masalah energi menjadi salah satu prioritas dari bangsa kita, dari pemerintah. Setelah kita berhasil mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu satu tahun, terutama dalam hal beras, kita ingin mengejar yang berikutnya adalah kerja keras untuk mencapai swasembada energi,” ujar Prasetyo di Istana.

Struktur dan Keanggotaan DEN

Dewan Energi Nasional dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Ketua. Untuk periode 2026-2030, Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua DEN, dengan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian.

Keanggotaan DEN terdiri dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan. Unsur pemerintah mencakup tujuh menteri yang membidangi sektor terkait energi, yaitu:

  • Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy
  • Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto
  • Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
  • Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol

Sementara itu, delapan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan adalah Johni Jonatan Numberi, Mohamad Fadhil Hasan, Satya Widya Yudha, Sripeni Inten Cahyani, Unggul Priyanto, Saleh Abdurrahman, Muhammad Kholid Syeirazi, dan Surono.

Advertisement

Komitmen Bahlil untuk Ketahanan Energi

Usai dilantik, Bahlil Lahadalia menyatakan komitmennya untuk mewujudkan swasembada, ketahanan, dan kemandirian energi melalui DEN. Ia menekankan bahwa program prioritas Presiden Prabowo terkait kedaulatan energi akan menjadi fokus utama.

“Kita tahu semua bahwa salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut dengan kedaulatan energi, ketahanan energi, swasembada energi, yang salah satu instrumen negaranya adalah arah kebijakan roadmap yang dibangun bersama-sama dengan DEN (Dewan Energi Nasional),” ucap Bahlil.

Bahlil menambahkan bahwa perhatian khusus Presiden terhadap sektor energi sejalan dengan poin kedua dalam Asta Cita, yaitu ketahanan energi dan ketahanan pangan. “Ini adalah sebagai bentuk komitmen Bapak Presiden, yang mempunyai perhatian khusus dalam rangka menempatkan energi sebagai skala prioritas pembangunan. Karena dalam berbagai kesempatan di Asta Cita nomor dua, Bapak Presiden selalu berbicara tentang ketahanan energi dan ketahanan pangan,” katanya.

Dewan Energi Nasional dijadwalkan segera menggelar rapat perdana untuk melaporkan kepada Presiden dan melaksanakan sidang pertama. Fokus utama arahan Presiden meliputi kedaulatan energi tanpa intervensi asing, penguatan ketahanan energi, dan kemandirian energi. “Yang berikut adalah kemandirian energi. Kita tahu, kita hari ini masih impor BBM kurang lebih sekitar 30 juta lebih kiloliter, baik solar maupun bensin, dan yang keempat itulah swasembada. Pasti kami akan melakukan bertahap dan akan tujuannya pada akhirnya adalah swasembada,” pungkas Bahlil.

Advertisement