Berita

Bamsoet Dukung Prabowo Jalin Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Kampus Bergengsi Inggris

Advertisement

Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Presiden RI Prabowo Subianto yang tengah menjajaki kerja sama pendidikan tinggi dengan universitas-universitas terkemuka di Inggris yang tergabung dalam Russell Group Universities. Langkah ini dinilai sebagai strategi krusial untuk mengakselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, khususnya dalam bidang riset, sains, dan teknologi.

Russell Group Universities merupakan konsorsium yang beranggotakan 24 universitas paling prestisius di Inggris. Kelompok ini mencakup institusi ternama seperti University of Oxford, University of Cambridge, Imperial College London, London School of Economics, University College London (UCL), dan King’s College London (KCL). Universitas-universitas tersebut dikenal unggul dalam riset dan memiliki reputasi global yang kuat, seringkali menduduki peringkat teratas dalam QS Rankings di berbagai disiplin ilmu, termasuk sains, humaniora, hukum, dan bisnis.

Institusi-institusi ini menjadi pusat riset kelas dunia, menyumbang sekitar dua pertiga riset unggulan di Inggris dan mengelola lebih dari 60% dana riset kompetitif di negara tersebut. Keunggulan mereka juga tercermin dalam berbagai pemeringkatan internasional.

“Keputusan Presiden Prabowo yang secara tegas hanya membuka kerja sama dengan universitas papan atas dunia menunjukkan arah kebijakan pendidikan tinggi yang jelas dan berani. Fokus ke universitas top dunia adalah pilihan tepat jika Indonesia ingin melompat jauh dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi,” ujar Bamsoet, dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet saat menghadiri acara wisuda Master Hukum putra-putrinya, Saras Shintya Putri dan Athala Zaki, di King’s College London pada hari yang sama.

Bamsoet menjelaskan bahwa kemitraan strategis dengan universitas papan atas Inggris berpotensi membuka berbagai peluang. Peluang tersebut meliputi program gelar ganda, kolaborasi riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga penguatan kapasitas laboratorium dan pusat inovasi di dalam negeri.

Advertisement

Data UNESCO dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam rasio peneliti per satu juta penduduk jika dibandingkan dengan negara-negara OECD. Oleh karena itu, kerja sama dengan universitas riset kelas dunia dinilai dapat mempercepat peningkatan kualitas SDM peneliti nasional.

“Universitas-universitas anggota Russell Group memiliki keunggulan dalam menghubungkan riset dengan kebutuhan nyata masyarakat dan industri. Pola ini sangat relevan dengan agenda pembangunan nasional Indonesia, termasuk hilirisasi industri, penguatan sektor kesehatan, transisi energi, hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI),” kata Ketua DPR RI ke-20 tersebut.

Meskipun demikian, Bamsoet mengingatkan bahwa kerja sama dengan universitas kelas dunia juga menghadirkan tantangan tersendiri. Perguruan tinggi di Indonesia harus benar-benar siap, baik dari segi kualitas sumber daya manusia, infrastruktur riset, maupun budaya akademik. Tanpa kesiapan yang memadai, kerja sama tersebut berisiko tidak memberikan dampak yang signifikan.

Tantangan lain yang perlu diantisipasi adalah keberlanjutan pendanaan. Kolaborasi riset dan pendidikan tinggi memerlukan komitmen anggaran yang konsisten dan bersifat jangka panjang. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor swasta menjadi kunci agar manfaat dari kerja sama ini dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

“Kalau dikelola dengan serius dan konsisten, kerja sama ini bisa menjadi titik balik pendidikan tinggi Indonesia. Kita tidak lagi sekadar mengejar ketertinggalan, tetapi mulai membangun posisi sebagai bangsa yang kuat di bidang ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

Advertisement