Jakarta – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta dilaporkan berangsur surut pada Jumat malam, 24 Januari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat per pukul 22.00 WIB, masih ada 81 Rukun Tetangga (RT) dan 15 ruas jalan yang tergenang air.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 81 RT dan 15 ruas jalan tergenang,” ujar Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan, Jumat (23/1/2026). Jumlah ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan data pukul 20.00 WIB, di mana terdapat 114 RT yang masih terendam.
Detail Titik Banjir dan Ketinggian Air
Wilayah Jakarta Selatan menjadi area dengan penurunan titik banjir terbanyak. Sebelumnya terdapat 31 RT yang terendam pada pukul 20.00 WIB, kini menyisakan 9 RT. Jakarta Timur juga mengalami perbaikan, dari 26 RT yang terendam menjadi 15 RT.
Berikut rincian wilayah terdampak:
- Jakarta Barat: 50 RT terdampak di berbagai kelurahan, dengan ketinggian air bervariasi antara 10 cm hingga 120 cm. Penyebab utama meliputi curah hujan tinggi dan luapan kali seperti Kali Angke dan Kali Pesanggrahan.
- Jakarta Selatan: 9 RT masih tergenang, terutama di Kelurahan Tanjung Barat dan Pejaten Timur, dengan ketinggian air mencapai 140 cm akibat luapan Kali Ciliwung dan curah hujan tinggi.
- Jakarta Timur: 15 RT terdampak, dengan ketinggian air hingga 110 cm di Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu, disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung serta Kali PHB Sulaiman.
- Jakarta Utara: 7 RT masih tergenang di Kelurahan Kapuk Muara, dengan ketinggian air antara 40 hingga 75 cm akibat curah hujan tinggi.
Lokasi Pengungsian dan Data Warga
BPBD DKI Jakarta juga merinci lokasi-lokasi pengungsian yang tersebar di beberapa wilayah, menampung ribuan jiwa dari berbagai kelurahan. Data ini mencakup jumlah Kepala Keluarga (KK) dan jiwa yang mengungsi di masjid, aula, kantor kelurahan, dan fasilitas lainnya.
Di Jakarta Barat, tercatat ribuan jiwa mengungsi di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Jelambar, Kedoya Selatan, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, Meruya Selatan, dan Kota Bambu Selatan. Jakarta Pusat menampung pengungsi di Kelurahan Karet Tengsin, sementara Jakarta Timur di Kelurahan Cipinang Melayu dan Halim Perdana Kusuma. Kelurahan Kapuk Muara di Jakarta Utara juga menjadi lokasi pengungsian.
Wilayah yang Telah Surut
Sebanyak 17 kelurahan dilaporkan telah mengalami surut banjir, termasuk Kuningan Barat, Pela Mampang, Rawa Jati, Cilandak Timur, Bendungan Hilir, Pondok Pinang, Kampung Melayu, Kamal, Kota Bambu Selatan, Halim Perdana Kusuma, Cipinang Melayu, Marunda, Ulujami, Petogogan, Makasar, dan Pinang Ranti.
Jalan yang Masih Tergenang
Sebanyak 15 ruas jalan masih tergenang dengan ketinggian bervariasi. Beberapa di antaranya adalah Jl. Tlk. Permata di Jakarta Utara (10 cm), Jl. Daan Mogot KM 13 di Jakarta Barat (30 cm), Jl. Kebon Pala II di Jakarta Timur (75 cm), dan Jl. Pulo Raya IV di Jakarta Selatan (50 cm).
Terdapat pula beberapa ruas jalan yang sebelumnya tergenang namun kini sudah surut, seperti Jl. Pertenakan 2 di Jakarta Pusat, Jl. Rawa Indah di Jakarta Utara, dan Jl. Raya Cipinang Indah di Jakarta Timur.






