Jakarta – Genangan air yang sempat melumpuhkan sebagian Jalan DI Pandjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, dilaporkan mulai surut pada Kamis (22/1/2026) malam. Kondisi ini berangsur memulihkan kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 19.45 WIB menunjukkan bahwa air telah surut secara signifikan. Hanya menyisakan sedikit genangan di area persimpangan menuju Sunter dan Kalimalang. Arus kendaraan kini bergerak normal, tanpa antrean panjang yang sebelumnya mengular menuju Universitas Kristen Indonesia (UKI) maupun Cawang.
Meskipun demikian, kepadatan kendaraan masih terpantau menjelang persimpangan, terutama akibat adanya proyek galian yang memakan sebagian badan jalan. Jalan menuju PGC Cililitan juga dilaporkan telah lancar tanpa genangan. Keterlambatan kedatangan bus TransJakarta di halte sekitar pun berkurang, membuat penumpang tidak perlu menunggu lama.
Titik Kemacetan Lainnya
Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, mengonfirmasi bahwa Jalan DI Pandjaitan merupakan salah satu titik kemacetan parah pada jam pulang kerja sore tadi. Ia menyatakan, “Pertama di Panjaitan, Cawang, itu mengarah ke utara. Walaupun saat ini 19.30 itu empat lajur sudah bisa digunakan. Saat ini sedang dilaporkan, tapi masih ada kedangan walaupun sedikit,” ujarnya saat dihubungi pada pukul 19.30 WIB, Kamis (22/1).
Kemacetan parah juga dilaporkan terjadi di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, akibat genangan air setinggi 30 cm di bawah flyover. Hal serupa terjadi di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, dengan ketinggian genangan yang sama, menyebabkan banyak pengendara ragu untuk melintas.
Selain ketiga titik tersebut, beberapa ruas jalan lain seperti Antasari, Jalan Pattimura, kawasan Blok M, dan Kemang di Jakarta Selatan juga mengalami kemacetan. Kondisi ini diperparah oleh kombinasi genangan air dan jam pulang kerja yang bersamaan.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa titik banjir di Jakarta meluas hingga mencakup 80 Rukun Tetangga (RT) dan 23 ruas jalan, dengan ketinggian air mencapai 110 cm.






