Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengumumkan perpanjangan keempat status tanggap darurat bencana di wilayahnya. Perpanjangan ini berlaku selama tujuh hari, terhitung mulai 23 hingga 29 Januari 2026.
Alasan Perpanjangan Tanggap Darurat
Keputusan perpanjangan status tanggap darurat ini disampaikan Mualem dalam rapat yang digelar secara virtual pada Kamis (22/1) malam. Alasan utama perpanjangan adalah belum tuntasnya penanganan dampak bencana di sejumlah daerah yang terdampak. Dua kabupaten, yakni Aceh Tamiang dan Aceh Tengah, juga turut memperpanjang masa tanggap darurat mereka.
“Maka, saya selaku Gubernur Aceh menetapkan perpanjangan keempat status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh selama tujuh hari terhitung mulai 23 hingga 29 Januari 2026,” ujar Mualem, mengutip laporan detikSumut, Jumat (23/1/2026).
Fokus Percepatan Pemulihan
Mualem menjelaskan bahwa perpanjangan masa tanggap darurat ini bertujuan untuk memastikan percepatan berbagai aspek pemulihan. Hal-hal yang menjadi fokus antara lain pembersihan lingkungan, distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan, serta perbaikan akses bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dan bekerja keras demi mempercepat proses pemulihan di Aceh. Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi situasi pascabencana.
Perhatian Khusus untuk Sawang, Aceh Utara
Dalam kesempatan tersebut, Mualem memberikan perhatian khusus kepada masyarakat di Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Kondisi di wilayah ini dinilai mendesak, terutama terkait kebutuhan pembangunan jembatan darurat.
“Di Sawang masyarakat sangat membutuhkan delapan jembatan darurat. Saat ini, warga terpaksa menyeberangi sungai secara manual. Jika debit air rendah masih bisa dilalui, namun jika arus deras, akses transportasi warga benar-benar terputus,” ungkap Mualem, menggambarkan situasi sulit yang dihadapi warga.






