Berita

BMKG: Modifikasi Cuaca Hanya Kurangi 30% Curah Hujan Lebat di Cisarua

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan sebelum bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, hanya mampu mengurangi 30% curah hujan akibat intensitasnya yang sangat tinggi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan hal ini dalam rapat kerja Komisi V DPR bersama mitra kerja di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026). Ia menjelaskan bahwa BMKG telah mengerahkan sejumlah pesawat untuk modifikasi cuaca di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Upaya Modifikasi Cuaca

Faisal menuturkan, tiga pesawat modifikasi cuaca ditarik dari Sumatera ke Jawa Barat pada hari Kamis, sebelum bencana longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari di Cisarua.

“Pada saat hari Kamis sebelum bencana di Sabtu dini hari di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, itu kita menarik tiga pesawat dari Sumatera,” kata Faisal.

Ia menambahkan, pesawat-pesawat tersebut bekerja di DKI Jakarta, termasuk satu pesawat dari Pemprov DKI, serta satu pesawat di Bandung, dan didukung oleh Pemprov Jawa Barat untuk OMC selama dua hari.

Keterbatasan Modifikasi Cuaca

Meskipun upaya modifikasi cuaca telah dilakukan secara masif, Faisal menyatakan bahwa tingginya curah hujan di Cisarua menjadi kendala utama.

“Jadi operasi modifikasi cuaca sudah cukup masif dilakukan, akan tetapi karena tingginya curah hujan, dia dapat mengurangi hanya sekitar 30% dari curah hujan,” jelasnya.

Menurutnya, perubahan fungsi lahan dan faktor lingkungan yang mengurangi daya tampung wilayah turut memperbesar risiko bencana saat cuaca ekstrem.

Advertisement

“Mungkin 5 sampai 10 tahun sebelumnya hal tersebut tidak menimbulkan kendala, tapi semakin hari semakin lama dengan tekanan pada lahan, perubahan fungsi lahan, dan sebagainya itu menyebabkan masalah yang harus ditangani secara terintegrasi,” papar Faisal.

Peringatan Dini dan Koordinasi

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem melalui sistem nowcasting untuk periode 1 hingga 6 jam ke depan, yang disebarluaskan melalui saluran resmi BMKG.

Faisal mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Mensesneg, Kepala Bappenas, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta pada hari Kamis untuk melakukan OMC secara masif di daerah tangkapan air.

“Termasuk pada saat hari Kamis, sebenarnya kami sudah berkoordinasi langsung dengan Pak Mensesneg kemudian Kepala Bappenas, dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta agar melakukan OMC secara masif di daerah tangkapan air, khususnya di daerah untuk melindungi Jakarta maupun Bandung Raya, terhadap terjadinya bencana yang lebih besar,” paparnya.

Namun, ia mengakui bahwa tidak semua dapat ditangani dengan sempurna.

“Tapi akan tetapi memang tidak semua dapat ditangani dengan sempurna, karena hanya kurang lebih 30% yang dapat dikurangi, tapi sisanya memang harus diterima langsung oleh lahannya tadi,” imbuh dia.

Longsor di Cisarua, Bandung Barat, terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Hingga Selasa (27/1/2026), 30 jenazah telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga korban.

Advertisement