Ketua Bappilu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menanggapi deklarasi Gerakan Rakyat yang bertekad mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2029. Mardani menyatakan bahwa setiap individu atau kelompok memiliki hak untuk berkumpul dan berserikat.
PKS Hormati Hak Berserikat
“Pertama, monggo. Tiap orang punya hak berkumpul dan berserikat,” ujar Mardani kepada wartawan pada Senin (19/1/2026).
Mardani juga menegaskan bahwa Anies Baswedan tetap merupakan kawan dari PKS. Namun, mengenai keputusan dukungan resmi untuk pemilihan presiden, PKS akan menentukannya pada waktu yang tepat.
“Kedua, Mas Anies tetap kawan. Kita serahkan pada Mas Anies. Ketiga, untuk pilpres, PKS tentu pada waktunya akan memutuskan,” jelas Mardani.
Lebih lanjut, Mardani menekankan bahwa PKS akan memprioritaskan kaderisasi dalam setiap langkah politik yang diambil. Ia menambahkan bahwa pembahasan mengenai calon presiden masih terlalu dini.
“Tapi sebagai parpol, kaderisasi tentu dijadikan landasan utama. Masih panjang waktunya,” imbuhnya.
Gerakan Rakyat Siap Menjadi Partai Politik
Sebelumnya, organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat secara resmi mendeklarasikan niatnya untuk bertransformasi menjadi partai politik pada tahun ini, setelah menggelar rapat kerja nasional (rakernas).
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menyatakan bahwa salah satu tujuan utama mereka adalah mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan makmur, serta mengharapkan Anies Baswedan menjadi pemimpin nasional.
“Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Sahrin dalam siaran langsung YouTube Gerakan Rakyat pada Minggu (18/1/2026).
Sahrin menyebutkan bahwa perjuangan Gerakan Rakyat sejak tahun 2023 telah menumbuhkan harapan yang semakin tinggi. Ia menetapkan ormas ini akan resmi menjadi partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat.
“Dan di awal 2026 kita mencatatkan bahwa persaudaraan atau perkumpulan Gerakan Rakyat ini melalui rapat kerja nasional, telah menetapkan berdirinya partai politik dan partai itu adalah Partai Gerakan Rakyat,” katanya.
Ia mengakui bahwa mendirikan partai politik di Indonesia bukanlah tugas yang mudah.
“Tentunya bukanlah sebuah perjuangan yang ringan, kita semua sadar bahwa mendirikan partai politik di Indonesia ini dan mungkin bisa dicek di seluruh negara barangkali, pendirian partai politik di Indonesia adalah penuh dengan syarat-syarat yang mungkin sangat-sangat berat di muka bumi ini,” tambahnya.






