Solois asal Bandung, Doni Nurdiansyah, merilis album baru bertajuk Momentum 40 sebagai penanda usia 40 tahun. Album ini menjadi ruang bagi Doni untuk berdamai dengan diri sendiri, menghadirkan lagu-lagu yang lebih personal dan jujur.
Refleksi Keseharian dan Keheningan
Momentum 40 berisi sembilan lagu yang ditulis langsung dari keseharian Doni. Salah satu lagu unggulan dalam album ini adalah Jangan Serapuh Itu. “Teks-teks yang saya tulis datang dari keseharian, dari gitar, kata-kata, dan keheningan,” ujar Doni dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).
Album ini lahir dari kesederhanaan bertumbuh tanpa tergesa-gesa, serta penerimaan bahwa tidak semua hal harus terasa spesial. “Itu catatan untuk diri sendiri, di mana saya tidak sedang berusaha terlihat kuat,” jelas Doni.
Kejujuran dalam Produksi Musik
Dalam proses produksi, Doni Nurdiansyah mengedepankan kejujuran tanpa banyak kompromi. Karakter musiknya cenderung naratif, dengan tantangan terbesar bukan pada aransemen, melainkan menjaga otentisitas emosi.
“Saya suka menyebutnya musik yang menemani, bukan mendominasi. Keberanian untuk tidak menghaluskan emosi demi terdengar aman itu yang paling sulit,” katanya.
Fokus Merawat Ruang Sunyi
Ke depannya, Doni tengah menyiapkan beberapa karya baru dengan pendekatan yang lebih eksperimental. Album Momentum 40 kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.
Di usianya yang ke-40, Doni Nurdiansyah menegaskan tidak lagi mencari panggung yang lebih besar. Ia memilih untuk merawat ruang sunyinya sendiri.






