Penyelidik Polda Metro Jaya telah memeriksa dua komika yang menjadi opener dalam special show Mens Rea yang dibawakan Pandji Pragiwaksono. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai saksi terkait laporan dugaan penistaan agama yang menjerat materi stand-up comedy tersebut.
Dua Saksi Diperiksa
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi pemeriksaan tersebut. “Penyelidik telah memeriksa dua orang saksi, yakni DWN dan AAD,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).
Kedua komika tersebut diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi. Peran mereka adalah sebagai pembuka acara atau opener pada kegiatan Mens Rea. Pemeriksaan difokuskan pada klarifikasi mengenai penyelenggaraan acara, rangkaian kegiatan, serta materi yang disampaikan.
Pandji Pragiwaksono Segera Diperiksa
Pandji Pragiwaksono dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Jumat (6/2/2026). Pemeriksaan ini merupakan buntut dari laporan yang diajukan oleh Majelis Pesantren Salafiyah, yang diwakili oleh kiai bernama Sudirman. Laporan tersebut telah teregister dengan nomor LP/B/567/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Salah satu perwakilan Majelis Pesantren Salafiyah, Kiai Matin Syarkowi, menjelaskan bahwa laporan tersebut didasari penilaian bahwa salah satu materi yang dibawakan Pandji dalam Mens Rea dianggap menistakan agama Islam. Materi yang dipermasalahkan adalah mengenai narasi apakah orang yang rajin salat otomatis menjadi orang baik, di mana Pandji menyebutkan tidak.
Pandji Pragiwaksono juga dilaporkan terkait dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama lainnya. Laporan lain diajukan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah, yang menilai materi Pandji menimbulkan kegaduhan dan berpotensi memecah belah.
Respons Pandji Pragiwaksono
Menanggapi laporan tersebut, Pandji Pragiwaksono menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan. “Yang pasti saya akan jalanin prosesnya saja. Saya tidak akan menghindar dari ajakan untuk berdialog, saya tidak akan menghindar dari panggilan. Ketika saya dibutuhkan untuk hadir, tentu saya akan hadir,” ujar Pandji di kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Menurut Pandji, seluruh materi stand-up yang dibawakannya merupakan refleksi dari keresahan masyarakat, bukan semata-mata keinginan pribadi.






