Berita

Eyang Meri, Istri Jenderal Hoegeng, Dikenang Lewat Tahlilan 7 Hari dan Pesan Integritas

Advertisement

Keluarga besar almarhumah Meriyati Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri dari Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, menggelar acara tahlilan selama tujuh hari untuk mengenang kepergiannya. Acara tahlilan ini dilaksanakan di kediaman keluarga di Kompleks Pesona Khayangan, Depok, dan berlangsung sejak 4 Februari hingga 10 Februari 2026, dimulai setiap pukul 19.30 WIB.

Eyang Meri berpulang pada usia 100 tahun di RS Polri pada Selasa (3/2/2026). Jenazahnya kemudian dimakamkan di sebelah makam sang suami, Jenderal Hoegeng.

Putra Eyang Meri, Aditya Sutanto Hoegeng, mengenang pesan mendiang ibundanya yang sangat berkesan, terutama mengenai larangan menggunakan fasilitas dinas. “Nasihat-nasihat yang ke anak-anak, itu sulit. Kita tidak pernah merasakan fasilitas, tidak boleh mempergunakan fasilitas dinas, dan itu semua Ayah sampaikan ke Ibu, Ibu turunkan ke kami,” ujar Aditya seusai pemakaman Eyang Meri di Makam Giri Tama, Kecamatan Tajurhalang, Bogor, Rabu (4/2/2026).

Aditya juga menggambarkan sosok ibundanya sebagai pribadi yang sangat penyabar, yang tidak pernah menggunakan kekerasan dalam mendidik anak-anaknya.

Advertisement

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut mengenang kebaikan Eyang Meri. Menurut Kapolri, almarhumah banyak memberikan pesan-pesan inspiratif. “Tentunya, selama almarhumah hidup, beliau banyak sekali membawa pesan-pesan yang selalu disampaikan di setiap kami bertemu,” kata Jenderal Sigit seusai pemakaman.

Pesan-pesan Eyang Meri, lanjut Kapolri, menjadi inspirasi baginya dan mendorong seluruh insan Bhayangkara untuk menjaga integritas. “Dan apa yang telah diteladankan oleh beliau dalam kegiatan-kegiatan yang kami lakukan antara lain beberapa kali kami melaksanakan Hoegeng Awards,” imbuhnya.

Advertisement