Sepang, Malaysia – Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, mengungkapkan keraguan terhadap performa mesin baru V4 yang akan digunakan dalam MotoGP 2026. Hasil tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, belum memuaskan, bahkan Quartararo sempat mengalami insiden jatuh yang mengakibatkan patah jari.
Mesin V4 Baru Belum Beri Kepercayaan Diri
Yamaha resmi meluncurkan YZR-M1 dengan konfigurasi mesin V4 baru untuk musim 2026, yang akan menjadi tunggangan Fabio Quartararo. Namun, dalam sesi tes pramusim terbaru di Sepang, performa mesin tersebut jauh dari harapan. Quartararo mengaku kesulitan dan bahkan sempat terjatuh di tikungan kelima, yang berujung pada cedera patah jari.
“Saya tidak bisa mengatakan saya percaya diri (dengan mesin baru), karena kami melihat betapa banyak kami menderita. Catatan waktu putarannya juga tidak terlalu bagus,” ujar Quartararo kepada Crash.
Perbandingan catatan waktu Quartararo pada tes pramusim di Sepang antara 2025 dan 2026 menunjukkan perbedaan signifikan. Ia tercatat 0,857 detik lebih lambat pada musim 2026.
Adaptasi dan Perbaikan Menjadi Kunci
Pembalap asal Prancis ini mengakui bahwa adaptasi terhadap mesin baru membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ia merasa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh tim.
“Saya harus cepat beradaptasi sepenuhnya dengan V4. Saya merasa ada di beberapa titik, saya harus berubah dan melakukan cara berbeda,” ungkapnya.
Quartararo merinci area yang membutuhkan perbaikan intensif. “Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, terutama pada tikungan, traksi, elektronik, cengkeraman, dan tenaga,” sambungnya.
Juara dunia MotoGP 2021 tersebut menekankan kesenjangan performa dengan para pesaing.
“Posisi kami masih sangat jauh dibanding para pesaing. Kami harus menerimanya dan bekerja keras adalah satu-satunya hal yang dapat kami lakukan,” tutupnya.






