Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon memiliki gagasan ambisius untuk menciptakan sebuah fenomena budaya yang ia sebut sebagai ‘Gelombang Indonesia’ atau ‘Indonesian Wave’. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia, meniru kesuksesan ‘Korean Wave’ dari Korea Selatan dan ‘Hollywood’ dari Amerika Serikat.
Potensi Film sebagai Ujung Tombak
Fadli Zon menilai bahwa industri film memiliki potensi terbesar untuk menjadi ujung tombak dalam mewujudkan ‘Indonesian Wave’. Ia beralasan bahwa ekosistem perfilman Indonesia di kancah internasional sudah mulai terbangun kuat, menjadikannya media yang efektif untuk memperkenalkan berbagai unsur seni dan budaya.
“Sebenarnya semuanya potensial, tapi yang paling mudah untuk kita perkenalkan adalah film. Karena film itu ekosistemnya di internasional juga sudah kuat,” ujar Fadli Zon seusai penganugerahan Profesor Kehormatan di Universitas Nasional (Unas), Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa film mampu menjadi wadah yang menampung beragam elemen budaya. “Film itu dapat menampung begitu banyak seni juga. Di dalam film itu ada musik, ada sastra, ada bahasa, ada fashion, ada kuliner, dan lain-lain,” tambahnya.
Pemerintah Siapkan Ekosistem Pendukung
Untuk merealisasikan gagasan ‘Indonesian Wave’, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan tengah menyiapkan berbagai upaya strategis. Salah satunya adalah dengan membentuk ekosistem yang solid di berbagai bidang kreatif.
“Saya kira kita buat road map-nya dengan membentuk ekosistem-ekosistem. Ekosistem di bidang sastra, film, musik, seni hiburan, dan juga manajemen talenta nasional,” jelas Fadli Zon.
Film Indonesia Semakin Mendunia
Fadli Zon mengapresiasi perkembangan film Indonesia yang kini semakin banyak dilirik di festival film internasional. Ia berharap ke depannya, karya-karya perfilman Indonesia tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara, tetapi juga dapat menjangkau audiens di seluruh penjuru dunia.
“Kini semakin banyak kita film-film yang ikut kita di festival-festival film internasional, musik kita, meskipun kita harus rancang dengan baik begitu bagaimana ke depan bisa dinikmati tidak hanya oleh orang Indonesia atau Asia Tenggara saja tapi oleh masyarakat di berbagai belahan dunia lain begitu,” pungkasnya.






