Nama Fajar Sadboy kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya isu mengenai daftar riders atau permintaan khusus yang dinilai fantastis dan tidak masuk akal. Riders sendiri merupakan daftar permintaan yang diajukan oleh selebritas atau penampil kepada penyelenggara acara sebagai bagian dari kontrak pertunjukan, mencakup kebutuhan teknis hingga non-teknis.
Isu Viral di Media Sosial
Isu ini mencuat setelah tangkapan layar riders yang diklaim milik Fajar Sadboy beredar luas di platform X. Unggahan viral tersebut menampilkan percakapan WhatsApp yang diduga berasal dari tim Fajar, merinci berbagai permintaan mulai dari kebutuhan teknis hingga konsumsi premium, termasuk penggunaan makeup bermerek Dior dan transportasi berupa mobil Alphard.
Respons Fajar Sadboy dan Woro Gia
Menanggapi isu tersebut, Fajar Sadboy saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/1/2026) malam, mengaku kebingungan. “Yang apa?” ujarnya dengan ekspresi bingung.
Ketika kembali ditanya, rekan Fajar, Woro Gia, memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh. “Itu kayaknya… yang riders, riders. Itu kita no comment, Fajar no comment. No comment ya,” kata Woro Gia.
Fajar sendiri menyatakan kesiapannya jika diundang ke suatu acara, bahkan hanya dengan permintaan air putih. “Air putih boleh,” ungkapnya.
Menutup wawancara, Fajar kembali menegaskan ketidaktahuannya mengenai isu riders yang viral tersebut. “Gak tau ya, saya gak tau. Ku pikir riders itu kayak motor gitu gak sih?” pungkas Fajar.
Rincian Permintaan dalam Riders
Berdasarkan cuitan yang beredar, riders tersebut mencakup beberapa permintaan spesifik:
- Konsumsi: Anggur hijau Muscat tanpa biji, air mineral Evian atau Fiji, gelato rasa lychee dengan pemanis Stevia.
- Menu Utama: Nasi padang kotak dari restoran ternama seperti Pagi Sore, Sederhana, atau Sari Ratu.
- Camilan: Cheetos Puff kualitas Amerika Serikat (melarang produk lokal), serta kudapan khas Gorontalo seperti duduli, tili aya, ilabulo, dan popolulu.
- Makeup dan Skincare: Kewajiban penggunaan produk Dior dan Clinique, serta penolakan terhadap merek Asia atau lokal.
Estimasi total biaya pemenuhan riders tersebut diperkirakan mencapai Rp 12 juta hingga Rp 17,5 juta per hari, di luar honor penampilan.






