Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) secara resmi menerima Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, sebagai anggota baru. Keputusan ini diambil karena Dony dinilai memiliki semangat juang yang sejalan dengan nilai-nilai partai.
Semangat Perjuangan Jadi Alasan Utama
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Sugiono, menyatakan bahwa penerimaan Dony Ahmad Munir didasarkan pada bukti perjuangan yang telah ditunjukkannya untuk masyarakat Sumedang. “Kenapa kami berbesar hati menerima Bapak Bupati Sumedang menjadi anggota terbaru Partai Gerindra itu karena apa yang telah Pak Dony buktikan malam hari ini,” ujar Sugiono dalam keterangannya, Sabtu (15/2/2026).
Penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra kepada Dony Ahmad Munir dilakukan langsung oleh Sugiono di depan alun-alun Sumedang pada Jumat (13/2) malam. Sugiono menekankan bahwa Gerindra memandang politik sebagai jalan perjuangan.
“Apa yang telah Pak Dony perjuangkan, Pak Dony lakukan untuk masyarakat Sumedang, menjaga alam, budaya, masyarakat, menjaga bapak-bapak dan ibu-ibu yang menjadi masyarakat yang dipimpinnya, itu yang sudah ditunjukkan,” jelas Sugiono.
Kader Gerindra Sebagai Pejuang Politik
Sugiono lebih lanjut memaparkan filosofi kader Gerindra. Menurutnya, kader partai bukan sekadar politisi, melainkan pejuang yang terjun ke kancah politik. “Bahwa kader Partai Gerindra bukan politisi. Kader Gerindra itu adalah pejuang yang terjun ke kancah politik. Kita tahu dan yakin demokrasi adalah jalan yang kita pilih, terjun ke kancah politik untuk membela kaum yang lemah, kaum yang miskin, dan kaum yang tertindas,” tuturnya.
Sugiono juga menyampaikan terima kasih kepada Dony Ahmad Munir atas keputusannya bergabung dengan Gerindra. Ia berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan, kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat Sumedang di masa mendatang.
Acara penyerahan KTA tersebut disaksikan langsung oleh masyarakat Sumedang yang hadir di alun-alun. Turut hadir pula sejumlah politikus Gerindra, termasuk Dedi Mulyadi dan Maruarar Sirait, serta Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Buky Wibawa.






