Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa dirinya kini kerap kali tidak bisa tidur nyenyak setiap kali hujan deras mengguyur Ibu Kota. Hal ini berbeda dengan pengalamannya di masa lalu ketika hujan justru membuatnya terlelap.
Kewaspadaan Tinggi Akibat Ancaman Banjir
“Sebagai Gubernur, setiap kali hujan turun, saya tidak bisa tidur sekarang. Sungguh, saya tidak bisa tidur. Sebelumnya, kalau hujan, saya bisa tidur nyenyak. Tapi sekarang saya dan istri saya selalu berdiskusi setiap kali hujan turun,” ujar Pramono dalam acara Indonesia Economic Summit di Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Pramono menjelaskan, ketidakmampuannya untuk tidur nyenyak disebabkan oleh tanggung jawabnya memantau upaya pencegahan banjir yang dilakukan oleh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia mengaku hampir tidak tidur sama sekali pada tanggal 12, 18, dan 22 Januari lalu, saat hujan deras melanda Jakarta.
“Saya hampir tidak tidur karena mengontrol rekan-rekan saya, bagaimana mempersiapkan diri menghadapi banjir di Jakarta,” tuturnya.
Solusi Penanganan Banjir di Daan Mogot
Sebagai contoh, Pramono menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi di Jalan Daan Mogot Km 13. Menurutnya, akar masalah di kawasan tersebut terletak pada sistem pompa yang kurang memadai dan kondisi permukaan sungai yang sudah lebih tinggi dari jalan raya.
“Masalahnya adalah pemompaan. Ketika saya cek pagi ini, saya langsung membuat keputusan. Untuk jangka pendek, kita gunakan pemompaan, untuk jangka menengah kita siapkan flyover,” jelasnya.
Pramono menekankan bahwa penanganan banjir di Jakarta membutuhkan proses yang tidak instan. Ia berjanji bahwa Pemprov DKI akan terus berupaya melakukan pembenahan infrastruktur guna meminimalkan risiko banjir di wilayah-wilayah yang rawan tergenang air.
“Bagi saya, ini tanggung jawab besar. Setiap hujan, saya benar-benar memikirkan bagaimana Jakarta bisa lebih siap,” pungkasnya.






