Jember – Sebuah tindakan tak terpuji diduga dilakukan oleh seorang guru wali kelas V di SDN Jelbuk 02, Jember. Guru tersebut dilaporkan menelanjangi puluhan siswanya untuk mencari uang pribadinya yang hilang. Peristiwa ini sontak viral dan mengundang kecaman di media sosial.
Menurut laporan yang beredar, insiden ini bermula ketika guru tersebut menyadari kehilangan uang sebesar Rp 75 ribu. Ia juga mengaku sebelumnya telah kehilangan uang senilai Rp 200 ribu. Diduga frustrasi, guru tersebut kemudian melakukan penggeledahan tas milik 22 siswanya.
Ketika uang tidak ditemukan di dalam tas, tindakan lebih ekstrem dilakukan. Siswa laki-laki diperintahkan untuk melepaskan seluruh pakaian mereka hingga tidak mengenakan busana sama sekali. Sementara itu, siswa perempuan diminta membuka pakaian mereka hingga hanya menyisakan pakaian dalam, seperti singlet dan celana dalam.
Aksi brutal ini sontak memicu kemarahan para wali murid. Sejumlah wali murid mendatangi sekolah dan mendobrak pintu kelas yang terkunci rapat. “Karena sampai Jumat siang anak-anak tidak pulang, wali murid datang mengecek. Kami mendapat laporan dari siswa kelas VI yang melihat kejadian itu,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Akibat peristiwa ini, puluhan siswa dilaporkan mengalami trauma mendalam. Dari 22 murid yang menjadi korban, hanya enam siswa yang berani kembali ke sekolah setelah dipanggil oleh guru.
Plt Kepala SDN Jelbuk 02, Arif Rahman, enggan memberikan keterangan lebih rinci mengenai nasib guru berinisial FT tersebut maupun kronologi lengkap kejadian. Arif menegaskan bahwa kasus ini sepenuhnya telah dilimpahkan kepada Dinas Pendidikan Jember. “Saya serahkan semua ke Diknas, silakan konfirmasi ke sana,” ucap Arif.






