Berita

Rektor Unas Ungkap Alasan Penganugerahan Profesor Kehormatan kepada Fadli Zon

Advertisement

Universitas Nasional (Unas) menganugerahkan gelar profesor kehormatan kepada Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon. Rektor Unas, El Amry Benawi Putera, membeberkan pertimbangan di balik pemberian gelar prestisius tersebut.

Pengakuan Akademik yang Objektif

Menurut El Amry, penganugerahan gelar profesor kehormatan ini merupakan sebuah pengakuan akademik yang objektif dan selaras dengan tradisi Universitas Nasional. “Penganugerahan Profesor Kehormatan Universitas Nasional kepada Saudara Fadli Zon merupakan pengakuan akademik yang objektif dan sepenuhnya sejalan dengan tradisi Universitas Nasional,” ujar El Amry saat memberikan sambutan di Auditorium Unas, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa Unas menghargai tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban bangsa. Fadli Zon dinilai memenuhi kriteria tersebut berkat rekam jejak akademik, karya intelektual, serta pengabdian kebudayaan yang konsisten.

Rekam Jejak Akademik dan Kontribusi Kebudayaan

“Berdasarkan rekam jejak akademik, karya intelektual, serta pengabdian kebudayaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, Saudara Fadli Zon memenuhi kriteria sebagai Profesor Kehormatan Universitas Nasional,” tegas El Amry.

Advertisement

El Amry menambahkan bahwa Fadli Zon memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang ilmu sosial dan sejarah. Perjalanan akademiknya meliputi pendidikan sarjana di Universitas Indonesia, magister di London School of Economics, hingga pendidikan doktoral di bidang sejarah. “Capaian akademik tersebut tidak berhenti pada perolehan gelar, tetapi diwujudkan melalui aktivitas keilmuan yang berkesinambungan serta pengajaran, menulis buku dan artikel ilmiah, serta keterlibatan aktif dalam diskursus akademik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, El Amry menyoroti kontribusi Fadli Zon yang relevan dengan misi Universitas Nasional, terutama dalam pengembangan museum dan rumah budaya. “Secara konkret, saudara Fadli Zon telah mendirikan dan mengembangkan berbagai museum dan rumah budaya, antara lain Museum Pusaka, Museum Keramik Nusantara, Museum Wayang, Fadli Zon Library, serta berbagai rumah budaya lainnya,” ungkapnya.

Dedikasi Fadli Zon dalam mengumpulkan, merawat, dan mendokumentasikan ribuan artefak budaya dari berbagai daerah di Indonesia bahkan telah mendapatkan pengakuan nasional, termasuk pencatatan rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia.

Advertisement