Sebuah video yang menampilkan konten seorang guru sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga melakukan child grooming terhadap siswinya, viral di media sosial. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi menyatakan tengah mendalami kasus tersebut.
Konten yang Beredar
Pantauan pada Kamis (5/2/2026), akun TikTok milik guru laki-laki tersebut dilaporkan sudah tidak dapat diakses. Namun, beberapa kontennya telah tersebar luas melalui unggahan ulang di berbagai akun media sosial komunitas.
Dalam beberapa video yang beredar, guru tersebut terlihat menyuapi kue kepada seorang siswi kelas VI SD. Di video lain, ia tampak memegang tangan siswi tersebut saat jam pulang sekolah. Momen foto ijazah pun turut dijadikan konten dengan keterangan yang memicu kemarahan warganet.
Salah satu kutipan yang beredar adalah ucapan guru tersebut dalam salah satu unggahannya: “Hari ini foto ijazah dulu yak, nanti kita foto bareng di KUA ya, Una.” Pada potongan video lain, tertulis keterangan, ‘POV jodohku adalah muridku’, sambil memperlihatkan guru tersebut memegang tangan sang siswi dan menahannya agar tidak langsung pulang.
Tanggapan Dinas Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala sekolah tempat guru tersebut mengajar untuk melakukan klarifikasi awal.
“Informasi ini sudah kami tindak lanjuti. Kami berkoordinasi langsung dengan kepala satuan pendidiknya. Kepala sekolah sudah melakukan klarifikasi terkait kejadian yang hari ini viral,” kata Deden, dilansir detikJabar, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan laporan awal dari pihak sekolah, Deden menjelaskan bahwa siswi yang bersangkutan merupakan siswa berprestasi dan orang tuanya mengetahui aktivitasnya. Siswi tersebut duduk di kelas VI dan pernah meraih prestasi hingga tingkat kabupaten.
Deden menambahkan, pihak sekolah dan orang tua dilaporkan mengetahui adanya perubahan karakter pada anak tersebut, yang dinilai menjadi lebih komunikatif dan periang. “Orang tua, pihak sekolah, bahkan keluarga merasa bersyukur karena anaknya sekarang bisa berkomunikasi seperti anak-anak lainnya. Prestasinya pun disebut tetap terjaga,” jelasnya.
Meskipun demikian, Dinas Pendidikan menegaskan bahwa klarifikasi awal ini belum menjadi kesimpulan akhir. Pihaknya akan mendalami motif di balik tindakan guru tersebut untuk memastikan apakah terdapat unsur child grooming atau tidak.
“Ini akan kami dalami motifnya seperti apa, apakah murni metode pembelajaran untuk mengubah karakter anak atau memang ada unsur child grooming. Dalam satu atau dua hari ke depan akan kami tindak lanjuti langsung di lapangan,” tegas Deden.






