Berita

Guru SMK di Jambi Adu Jotos dengan Siswa, Berujung Laporan Polisi dan Mediasi

Advertisement

JAMBI – Insiden tak lazim terjadi di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, ketika seorang guru bernama Agus Saputra terlibat adu jotos dengan sejumlah siswanya. Peristiwa yang terekam dalam video berdurasi 58 detik itu kemudian viral di media sosial dan berujung pada laporan polisi serta upaya mediasi yang melibatkan berbagai pihak.

Awal Mula Keributan

Menurut informasi yang dihimpun, keributan bermula saat Agus Saputra menyampaikan perkataan melalui mikrofon di dalam kelas. Perkataan tersebut diduga merupakan hinaan yang menyulut amarah beberapa siswa. Dalam video yang beredar, terlihat Agus sempat terlibat perdebatan sebelum akhirnya terjadi adu jotos. Perkelahian tersebut kemudian dilerai oleh guru lain yang membawa Agus ke dalam ruangan.

Agus Saputra sendiri menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Selasa (13/1) pagi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Ia mengaku menegur seorang siswa yang berbicara tidak sopan kepadanya. “Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar,” kata Agus, dilansir detikSumbagsel, Kamis (15/1).

Agus kemudian masuk ke kelas untuk menanyakan siapa yang meneriakinya. Salah satu siswa mengakuinya dan bahkan menantang Agus, yang berujung pada refleks menampar siswa tersebut. Agus mengklaim tindakannya sebagai bentuk pendidikan moral, namun siswa tersebut bereaksi marah.

Konteks ‘Miskin’ dan Mediasi yang Gagal

Di sisi lain, beberapa siswa mengaku bahwa Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan ‘miskin’, yang memicu keributan. Namun, Agus membantah niat menghina, menyatakan perkataannya bersifat motivasi. “Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, ‘Kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam’. Itu secara motivasi pembicaraan,” ungkapnya.

Proses mediasi yang melibatkan pihak sekolah, komite, serta unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) sempat dilakukan. Dalam mediasi tersebut, Agus memberikan pilihan kepada siswa untuk membuat petisi jika tidak menginginkannya mengajar lagi, atau siswa harus berubah. Namun, siswa meminta Agus meminta maaf. Mediasi menemui jalan buntu.

Setelah mediasi, saat Agus berjalan menuju ruang guru, ia mengaku dikeroyok oleh sejumlah siswanya. Akibat pengeroyokan tersebut, Agus mengalami memar di badan dan pipi, serta telah menjalani visum.

Advertisement

Laporan Polisi dan Tindakan Dinas Pendidikan

Tidak puas dengan hasil mediasi, Agus Saputra melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polda Jambi pada Kamis (15/1) malam, didampingi kakak kandungnya, Nasir. Agus menjalani pemeriksaan selama lima jam di SPKT Polda Jambi.

“Kita bikin laporan tentang kasus pengeroyokan yang dilakukan siswa. Kondisi adik saya masih pusing, tadi di-BAP dari jam 4 sore, baru selesai sekarang,” kata Nasir. Ia menambahkan bahwa laporan tersebut diambil karena Agus mengalami ketidaknyamanan psikis, gangguan mental, dan pencemaran nama baik akibat kasus yang viral.

Pihak kepolisian, melalui Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra, menyatakan menyesalkan insiden tersebut dan masih mendalami kronologi kejadian. Mediasi juga terus diupayakan oleh Polres Tanjung Jabung Timur dan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Namun, Agus tidak hadir dalam beberapa undangan mediasi.

Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis, menyatakan dinas pendidikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait tuntutan siswa dan tenaga pengajar yang meminta agar Agus tidak lagi mengajar di sekolah tersebut. “Kami segera melakukan evaluasi sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku,” ungkap Harmonis.

Akibat insiden ini, aktivitas belajar mengajar di SMK Negeri 3 Berbak sempat dihentikan sementara. Pihak sekolah berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan dengan baik agar proses belajar mengajar kembali normal.

Advertisement