Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, mengalami peningkatan volume kendaraan pada Sabtu (17/1/2026) pagi. Akibat lonjakan tersebut, kepolisian memberlakukan sistem one way atau satu arah menuju kawasan wisata Puncak.
Rekayasa Lalu Lintas Mulai Pagi
Sistem one way telah diberlakukan sejak pukul 08.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah penerapan ganjil genap yang dimulai pukul 06.00 WIB memicu antrean kendaraan sepanjang kurang lebih 2 kilometer.
“Untuk update situasi terkini di kawasan wisata Puncak memang sampai dengan saat ini di 10.00 WIB itu kami sedang berlakukan rekayasa satu arah yaitu dari Jakarta menuju Puncak,” ujar KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto, Sabtu (17/1/2026).
Sebelumnya, aturan ganjil genap diberlakukan untuk mengendalikan arus kendaraan. Namun, antrean yang memanjang membuat petugas memutuskan untuk menerapkan sistem one way penuh.
“Itu untuk kendaraan yang ganjil kita perbolehkan naik dan yang genap kita putar balikkan. Kemudian pada pukul 08.00 WIB terjadi antrian kurang lebih 2 Km itu dikarenakan pelaksanaan penerapan ganjil genap,” ungkapnya.
Faktor Peningkatan Kendaraan
Ardian menjelaskan bahwa jumlah kendaraan yang menuju Puncak pada Sabtu pagi ini terpantau lebih banyak dibandingkan hari Jumat sebelumnya. Ia merinci faktor penyebab perbedaan tersebut.
“Jadi untuk perbandingan dengan hari Jumat kemarin untuk sesuai rekapitulasi data yang kami himpun dari gerbang Tol Ciawi memang kepadatan sendiri itu ada dan terjadi itu berbeda waktu,” tuturnya.
Perbedaan waktu kedatangan pengunjung ini disebabkan oleh faktor kebiasaan. Pada hari Jumat, banyak pengunjung yang memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan saat jam ibadah Salat Jumat.
“Yang mana di hari Jumat dikarenakan itu ada ibadah Salat Jumat di siang hari maka pengendara atau pengunjung yang akan memasuki kawasan wisata Puncak itu memilih waktu lebih awal dari mulai pukul 06.00 WIB,” tambah dia.
Selama penerapan sistem one way, aturan ganjil genap tidak diberlakukan. Fokus utama adalah mengurai kepadatan dengan mengarahkan seluruh kendaraan ke satu arah.
“Sehingga yang diberlakukan full itu adalah rekayasa sistem satu arah atau one way itu sendiri,” jelasnya.






