Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan rasa syukurnya atas terselenggaranya peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-100. Menurutnya, perayaan akbar ini telah melalui serangkaian dinamika yang luar biasa.
“Bapak ibu yang saya hormati, syukur kepada Allah SWT setelah didahului dengan hujan lebat pagi tadi, dan juga didahului dengan dinamika yang tidak kalah hebatnya,” ujar Gus Yahya dalam sambutannya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Pernyataan tersebut disambut meriah dengan tepuk tangan dari para peserta yang hadir.
Gus Yahya juga mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia yang telah mengirimkan perwakilannya untuk memeriahkan peringatan satu abad NU ini. “Hari ini kita rayakan, kita peringati, harlah 100 tahun masehi Nahdlatul Ulama sebagai Nahdlatul Ulama yang satu. Alhamdulillah,” tuturnya.
Perayaan Harlah NU ke-100 ini dihadiri oleh perwakilan dari 38 PWNU dan 548 PCNU seluruh Indonesia. Gus Yahya menjelaskan bahwa pemilihan tema harlah kali ini, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”, sejalan dengan visi dan idealisme yang terkandung dalam Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Sebagaimana disepakati oleh pengurus besar NU sejak Agustus 2025 di dalam rapat gabungan yang digelar, bahwa peringatan harlah NU kali ini mengusung tema ‘Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia’. Kenapa mengawal Indonesia merdeka? Karena visi dan idealisme NU sama dan sebangun dengan visi dan idealisme proklamasi RI,” jelasnya.






