Sepakbola

Jonathan David Menebus Dosa Penalti dengan Assist dan Gol, Juventus Gasak Sassuolo 3-0

Advertisement

Striker Juventus, Jonathan David, menunjukkan performa impresif dengan menjadi man of the match saat timnya mengalahkan Sassuolo 3-0 pada Rabu (7/1/2026) dini hari WIB. Penampilan gemilang ini sekaligus menjadi penebusan atas kegagalan penalti yang ia lakukan di laga sebelumnya melawan Lecce.

Paceklik Gol dan Kritikan

Sebelumnya, David menjadi sorotan publik setelah gagal mengeksekusi penalti saat Juventus ditahan imbang Lecce di kandang sendiri pada Sabtu (4/1/2026). Tendangannya ke arah tengah berhasil diblok kiper Wladimiro Falcone, membuang peluang emas untuk membawa Juventus meraih kemenangan.

Kegagalan tersebut semakin menambah daftar kritikan terhadap bomber asal Kanada itu, mengingat ia sedang mengalami paceklik gol. Gol terakhirnya sebelum laga melawan Sassuolo tercipta saat melawan Pafos di Liga Champions pada 10 Desember 2025. Bahkan, gol terakhirnya di Serie A terjadi pada Agustus 2025.

Bangkit di Mapei Stadium

Namun, di Mapei Stadium, markas Sassuolo, David menunjukkan performa yang berbeda. Ia tampil apik sepanjang 75 menit bermain, mencatatkan tiga tembakan dan enam umpan kunci. Kontribusinya terlihat jelas saat ia memberikan assist untuk gol Fabio Miretti di menit ke-62.

Semenit berselang, David berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan blunder dari bek Sassuolo, Jay Idzes. Gol tersebut disambut hangat oleh rekan-rekannya, termasuk pelatih Luciano Spalletti yang turut menghampirinya.

Tak hanya menyerang, David juga menunjukkan kontribusi defensif dengan melakukan dua tekel sukses dan dua intersep sebelum digantikan oleh Lois Openda.

Pengakuan dan Harapan

Berkat penampilan gemilangnya, Serie A menobatkan David sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas performa tersebut.

“Saya pikir itu gol yang bagus, datang di momen yang tepat untuk saya dan tim. Pada akhirnya, yang paling penting adalah kami kembali ke jalur kemenangan,” ujar David kepada DAZN Italia.

Advertisement

David juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh tim dan pelatih.

“Ya, saya melihatnya (Spalletti). Itu sebuah aksi yang baik, semua orang di sini terus mendukung saya dan tim, jadi ini pertanda baik bahwa semua orang dapat merayakan bersama. Saya sangat menghargai ini,” tambahnya sambil tersenyum.

Mengenai kegagalan penaltinya, David mengaku sangat terpukul.

“Hal yang paling menyakitkan bagi saya usai penalti gagal adalah rasanya seperti kekalahan, meskipun kami bermain imbang. Itulah yang paling menyakitkan bagi saya, karena kemenangan adalah hal terpenting. Setelah itu, saya tahu banyak laga menanti, jadi saya mencoba untuk fokus ke laga selanjutnya.”

Ia menjelaskan alasannya gagal mengeksekusi penalti.

“Saat saya mengambil penalti, saya mencoba untuk mengubah arah dan membuat kiper lawan bingung. Saya tidak menendangnya seperti yang saya inginkan, dan itulah mengapa bola tidak masuk,” tegasnya.

Ketajaman Jonathan David diharapkan terus berlanjut saat Juventus menjamu Cremonese pada Selasa (13/1) pekan depan.

Advertisement