Bogor, Jawa Barat – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikal baru, yaitu White Supremacy dan Neo-Nazi, yang secara khusus menargetkan anak-anak di bawah umur. Temuan ini disampaikan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.
Paham Radikal Baru Menargetkan Generasi Muda
“Beberapa waktu yang lalu Densus mendapatkan temuan bahwa ada paham radikal baru namanya Natural Selection, Neo-Nazi, dan White Supremacy yang targetnya adalah anak-anak di bawah umur,” ujar Jenderal Sigit saat memberikan sambutan pada pembukaan retret Kokam di Satlat Brimob, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026).
Paham ini, menurut Kapolri, secara sederhana memandang bahwa ras tertentu memiliki superioritas dibandingkan ras lainnya. Menanggapi hal ini, Jenderal Sigit mengimbau para peserta retret, yang sebagian besar memiliki keluarga, untuk lebih aktif memantau kondisi lingkungan terdekat, terutama keluarga.
“Jadi tolong ini saya titipkan kepada kita yang tentunya juga di samping ada yang bujangan, saya yakin juga ada yang sudah punya keluarga,” ucap Kapolri. “Tolong dicek ketika anak kita kemudian mulai ada perilaku yang mencurigakan, banyak menyendiri, kurang berkomunikasi dengan keluarga, tolong itu digali, diajak komunikasi,” tambahnya.
Perang Melawan Narkoba Terus Berlanjut
Selain isu radikalisme, Jenderal Sigit juga menyoroti masalah peredaran narkoba di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 4 juta orang di Indonesia teridentifikasi sebagai pecandu narkoba.
“Ini tentunya PR kita. Modus-modusnya saat ini terus ada mulai dari pengiriman via jasa paket kurir, kemudian menggunakan wanita sebagai pengirim dan sebagainya, disembunyikan di tempat-tempat yang sensitif, dan ini tentunya menyulitkan pemeriksaan,” jelasnya.
Kapolri memastikan bahwa institusinya akan terus berupaya memerangi narkoba melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satu program yang dijalankan adalah transformasi kampung narkoba menjadi kampung bebas narkoba.
“Saat ini ada 148 yang kita transformasi namun ini tidak bisa kita lakukan sendiri. Tentunya harapan saya, kita semua juga bisa ikut dalam kegiatan ini sehingga kemudian kita bisa menyelamatkan generasi-generasi muda kita,” pungkasnya.






