Sebuah insiden kebakaran yang mengerikan terjadi di tempat penitipan motor yang berlokasi di Jalan Mayor Okong, tepat di depan Stasiun Bogor, Jawa Barat. Peristiwa nahas yang terjadi pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB ini, dilaporkan telah menghanguskan total 19 unit kendaraan roda dua.
19 Motor Ludes Terbakar
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Theofilio Patricinio Freitas, mengonfirmasi jumlah kerugian materiel akibat kebakaran tersebut. Ia merinci bahwa sebanyak 10 unit motor hangus terbakar total, sementara 9 unit lainnya mengalami kerusakan parah akibat meleleh.
“Jadi motor yang terbakar itu ada 10 motor dan 9 lagi yang terdampak, meleleh kondisinya,” ujar Theofilio saat dihubungi pada Senin (19/1).
7 Unit Damkar Dikerahkan
Laporan kebakaran diterima oleh pihak pengelola gedung parkir sekitar pukul 06.00 WIB. Menanggapi laporan tersebut, sebanyak 7 unit mobil pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
“Kendala tadi hanya di perjalanan karena pagi aksesnya padat sekali di sini, tapi Alhamdulillah tiba tepat waktu, sehingga penanganan cepat dan terkendali,” jelas Theofilio mengenai tantangan yang dihadapi petugas.
Proses pemadaman api berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar setengah jam. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas segera melakukan pendinginan di area bekas kebakaran.
“Penanganan tadi setengah jam, kemudian sudah langsung pendinginan. Mobil yang tadi turun ada 7 mobil,” tambah Theofilio.
Diduga Akibat Korsleting Alarm Motor
Penyebab pasti kebakaran yang melalap 19 unit motor di basement gedung penitipan kendaraan roda dua ini diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada sistem alarm salah satu motor yang terparkir.
“Untuk penyebab dari keterangan di lokasi, ada indikasi akibat motor yang sensor remotnya (alarm) korsleting karena bunyi-bunyi terus begitu, jadi itu diduga asal awal mula apinya, motornya motor Kawasaki. Jadi kemungkinan itu kan ada remotnya (alarm), korslet, kemudian terjadi api,” ungkap Theofilio.
Akibat kebakaran ini, asap tebal sempat mengepul dari basement gedung. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, api sempat membesar dan menimbulkan kerugian signifikan pada kendaraan yang dititipkan.
Kesaksian Penjaga Penitipan
Angga, salah seorang penjaga tempat penitipan motor, menceritakan detik-detik awal mula api terlihat. Ia mengaku mendengar alarm motor berbunyi sebelum menyadari adanya kepulan asap.
“Jadi sekitar 05.30 WIB saya lagi beresin motor nggak lama rekan kerja teriak-teriak, A (panggilan dalam bahasan Sunda) ada banyak asap, saya cek ke bawah, ada bunyi alarm motor tiga kali,” kata Angga di lokasi kejadian, Senin (19/1/2026).
Saat kejadian, Angga berada di lantai dua. Ketika ia turun ke basement untuk memeriksa, asap sudah sangat tebal dan api telah membesar.
“Nggak lama saya turun ke bawah, asap udah banyak api sudah gede. Kita selamatkan diri semua, ke depan, koordinasi ke pengelola terus nelpon damkar,” imbuhnya, menggambarkan situasi panik saat itu.






