Tim Search and Rescue (SAR) tidak mendengar adanya suara minta tolong atau pergerakan saat menemukan ponsel milik Kopilot Farhan Gunawan di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusarung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ponsel ini terjadi setelah pesawat nahas tersebut jatuh pada Sabtu (17/1/2026).
Kondisi di Lokasi Penemuan
Staf Search Mission Coordinator (SMC) Basarnas, Arman, menjelaskan bahwa tim yang melakukan pencarian dibagi menjadi dua. Satu tim berada di atas tebing, sementara tim lainnya menuruni tebing untuk melakukan pencarian di area yang lebih dekat dengan lokasi jatuhnya pesawat. “Tim kami yang turun di lokasi dan yang menemukan barang ini itu tidak ada sama sekali mendengar atau ada permintaan tolong suara dan lain sebagainya,” ujar Arman dilansir detikSulsel, Selasa (20/1/2026).
Arman menambahkan, “Itu tim yang menuruni tebing. Yang nginap di atas kan masih ada 10 orang. Yang menuruni tebing itu ada 10 orang. Memang tidak ada suara atau permintaan bantuan.”
Aktivitas Smartwatch dan Penyerahan Ponsel
Ponsel Kopilot Farhan yang ditemukan sempat diserahkan kepada pacar korban sebelum akhirnya diserahkan ke Polda Sulsel. Arman juga mengakui adanya aktivitas yang terdeteksi pada smartwatch yang dikenakan Kopilot Farhan, sesuai dengan klaim keluarga korban. “Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu ada tanda-tanda kehidupan. Tapi melihat dari kondisi ini, kalau dilihat secara ada pergerakan. Untuk memastikan bahwa itu hidup atau seperti apa, kami belum bisa,” jelasnya.
Mengenai ponsel, Arman menyatakan, “Intinya, hp ini kami serahkan (ke Polda) memang kemarin untuk bisa dibuka kuncinya. Karena locknya nggak bisa dimenuhi. makanya kami buatkan surat pernyataan (pacar korban) supaya bisa dibawa ke Makassar untuk bisa dibuka.”
Klaim Keluarga Korban
Sebelumnya, pihak keluarga melalui Pitri Keandedes Hasibuan (30), mengatakan ponsel kopilot Farhan telah ditemukan pada hari yang sama dengan jatuhnya pesawat. Pitri menceritakan bahwa pada tanggal 18 Januari, ada yang memanggil dari lokasi kejadian dan menginformasikan penemuan ponsel. “Tanggal 18 adik saya di sana, terus ada yang manggil dari sana, yang di tempat itulah, posko itulah, tempat kejadian. Ini ada ditemukan HP, kayak gitu. Ya udah terus adik saya turun melihat HP-nya, terus diambil sama adik saya kayak gitu,” ujar Pitri saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (19/1/2026).
Pitri juga mengungkapkan bahwa ponsel tersebut terhubung dengan smartwatch yang dikenakan oleh kopilot Farhan. Ia memperlihatkan tangkapan layar yang menunjukkan data dari smartwatch, termasuk catatan 13.647 langkah yang diterima antara pukul 18.00 Wita hingga 22.00 Wita pada Minggu (18/1/2026).






