Berita

Khofifah Perintahkan Dinas Pariwisata Jatim Verifikasi Lokasi Rumah Radio Bung Tomo

Advertisement

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merespons cepat arahan Presiden Prabowo Subianto terkait keberadaan Rumah Radio yang digunakan oleh Sutomo atau Bung Tomo saat pertempuran 10 November 1945. Khofifah menginstruksikan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur untuk melakukan verifikasi mendalam mengenai lokasi tersebut.

Verifikasi Lokasi Cagar Budaya

Presiden Prabowo Subianto menyoroti minimnya perhatian terhadap situs-situs bersejarah di Indonesia, termasuk Rumah Radio Bung Tomo yang keberadaannya saat ini tidak diketahui. Menanggapi hal tersebut, Khofifah menyatakan perlunya verifikasi lebih lanjut.

“Iya, jadi ya saya juga minta kepada Dinas Pariwisata coba pastikan. Saya kan beberapa kali datang di RRI. Nah RRI merasa di situlah dulu Bung Tomo,” ujar Khofifah kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan bahwa RRI (Radio Republik Indonesia) sendiri kerap menyampaikan bahwa lokasi tersebut merupakan cagar budaya dan tempat Bung Tomo pernah berada. Namun, untuk memastikan secara pasti, verifikasi oleh Dinas Budaya dan Pariwisata (Budpar) Jawa Timur diperlukan.

“Jadi saya rasa perlu verifikasi. Jadi di RRI selalu menyampaikan bahwa ini adalah cagar budaya, ini juga Bung Tomo di sini. Tetapi bahwa Dinas Budpar Jawa Timur saya juga minta verifikasi yang bener yang di mana. Kira-kira apa yang menjadi arahan Bapak Presiden kita akan tindak lanjuti secara lebih detail ya,” lanjutnya.

Advertisement

Sorotan Presiden Prabowo

Sorotan Presiden Prabowo terhadap Rumah Radio Bung Tomo disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026). Pertanyaan Prabowo ini merupakan bentuk keprihatinan atas perhatian yang minim terhadap situs-situs bersejarah.

Rumah di Jalan Mawar Nomor 10 Surabaya ini dikenal sebagai lokasi pidato legendaris Bung Tomo yang membakar semangat perjuangan arek-arek Surabaya melawan penjajah. Ironisnya, bangunan bersejarah tersebut telah dihancurkan, meskipun berstatus sebagai cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998.

“Saya mau tanya, di mana stasiun RRI yang digunakan Bung Tomo pada pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar ada beberapa sudah menjadi pabrik,” ujar Prabowo saat itu.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya menghargai jasa dan pengorbanan para pendahulu bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Advertisement