Berita

Megawati Soekarnoputri Berduka Atas Wafatnya Istri Jenderal Hoegeng, Meriyati Roeslani

Advertisement

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santosa, Meriyati Roeslani atau yang akrab disapa Eyang Meri Hoegeng. Megawati mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan keluarga Hoegeng, menganggap mereka seperti keluarga sendiri.

Hubungan Dekat dan Kenangan Pribadi

“Saya menyatakan dukacita dan kesedihan yang mendalam karena keluarga Pak Hoegeng sudah seperti keluarga sendiri. Saya sendiri menyapa Bu Hoegeng dengan sapaan Tante Meri,” ujar Megawati dalam keterangan tertulis yang diterima di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (3/2/2026).

Ketua Umum PDI Perjuangan ini juga memiliki kedekatan dengan putri Hoegeng, Reni, yang merupakan teman sekolahnya di Perguruan Cikini. Megawati mengenang Tante Meri sebagai sosok istri dan ibu yang sangat baik, hangat, dan memiliki jiwa seni tinggi, terbukti dari keikutsertaannya dalam grup band Hawaian Senior.

“Tante Meri adalah seorang istri dan ibu yang sangat baik. Keduanya sama-sama hangat dan punya jiwa seni yang tinggi serta punya grup band Hawaian Senior,” tutur Megawati. Ia menambahkan bahwa dirinya beberapa kali mengunjungi kediaman keluarga Hoegeng saat mereka sedang berlatih band.

Hoegeng Sebagai Panutan dan Warisan Kebijakan

Lebih lanjut, Megawati mengingatkan jajaran kepolisian untuk senantiasa menjadikan Jenderal Hoegeng sebagai panutan. Ia mengenang kesederhanaan Hoegeng yang bahkan belum memiliki rumah sendiri pada masa kepemimpinannya sebagai Kapolri.

“Saya punya pengalaman pribadi beberapa kali bertemu di jalan ketika hendak berangkat kuliah dari rumah Jalan Sriwijaya dengan Pak Hoegeng yang sedang mengendarai sepeda dengan pakaian kebesaran Kapolri. Saking sederhananya Pak Hoegeng belum memiliki rumah sendiri pada waktu itu,” kenang Megawati.

Advertisement

Megawati menekankan peran besar Tante Meri dalam mendukung Hoegeng menjadi Kapolri yang sederhana dan dicintai rakyat. “Sebagai seorang warga negara dan pengagum Pak Hoegeng, saya merasa sangat kehilangan atas figur Kapolri seperti Pak Hoegeng dan Tante Meri sangat berperan besar mendukung Pak Hoegeng menjadi Kapolri yang sederhana dan dicintai rakyatnya,” jelasnya.

Megawati juga menyinggung warisan kebijakan pemisahan Polri dan TNI melalui UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri dan UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang TNI, yang dibuatnya bersama para pemimpin Indonesia lainnya.

Keterbatasan untuk Melayat

Megawati menyampaikan penyesalannya karena tidak dapat melayat Eyang Meri secara langsung lantaran sedang menjalankan kunjungan kerja di Abu Dhabi, UEA. Ia dijadwalkan mengikuti berbagai program kegiatan yang digelar oleh Zayed Award dari tanggal 3 hingga 6 Februari, di mana ia juga merupakan anggota Dewan Juri Zayed Award 2024.

“Selamat jalan Tante Meri,” ucap Megawati dengan nada haru atas kepergian Eyang Meri.

Advertisement