Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memetakan 200 titik calon lokasi pembangunan Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima provinsi wilayah Papua. Dari jumlah tersebut, sebanyak 184 lokasi telah diusulkan untuk masuk dalam target pembangunan pada tahun 2026.
Fokus Pembangunan di Papua
Provinsi yang menjadi fokus utama program ini meliputi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Tengah. Program ini merupakan bagian dari target ambisius KKP untuk membangun 1.000 lokasi KNMP di seluruh Indonesia pada tahun 2026.
Kriteria Penentuan Lokasi
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan KNMP di Papua didasarkan pada aktivitas nelayan yang aktif dan status kepemilikan lahan yang jelas. Hal ini diungkapkannya saat rapat koordinasi di Jakarta pada hari ini, Kamis (12/2/2026).
“Kuncinya nomor 1 titik wilayah. Nomor 2 adalah lahan lokasi. Lahannya minimal di atas 500 m2, kalau bisa 1.000 m2, kecuali hub bisa lebih luas. Ketiga kita petakan akses untuk jalan,” ujar Trenggono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/2/2026).
Sistem Kluster Terintegrasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Pembangunan lokasi baru KNMP di Papua akan menerapkan sistem kluster terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk menghubungkan nelayan dengan KNMP penyangga, KNMP Hub, sentra kluster, hingga distribusi hasil tangkapan ke pasar yang lebih luas.
KKP juga melibatkan kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program ini. Keterlibatan pemerintah daerah, TNI Angkatan Laut, dan jajaran Kejaksaan diharapkan dapat memastikan pengawasan yang ketat dan keberhasilan program secara menyeluruh. Rencana pembangunan ini ditargetkan mencapai tahap finalisasi pada akhir tahun 2026.
Harapan untuk Masyarakat Papua
Melalui pembangunan KNMP, KKP berharap masyarakat Papua dapat mengelola potensi kelautan dan perikanan secara mandiri dan berkelanjutan. “Jadi saya kira ini harus bekerja bareng, kerja bersama untuk berhasil menyukseskan KNMP. Harapannya 5 tahun lagi tidak ada kampung nelayan kumuh,” tutup Trenggono.






