Berita

Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data Kunjungan Januari-November 2025

Advertisement

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana membantah keras kabar mengenai sepinya kunjungan wisatawan di Bali. Ia menegaskan bahwa Bali masih mencatat angka kunjungan yang tinggi sepanjang tahun 2025, bahkan menunjukkan pemulihan yang signifikan dibandingkan sebelum pandemi.

Statistik Kunjungan Wisatawan

Penegasan ini disampaikan Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (3/2/2026). Pernyataan ini merupakan respons atas pertanyaan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty, terkait kondisi destinasi wisata di Indonesia yang ia sampaikan dalam rapat kerja sebelumnya pada Rabu (21/1).

Evita Nursanty sebelumnya mengemukakan pandangannya berdasarkan statistik yang ia lihat. “Memang yang namanya peningkatan pariwisata itu Bali ya, Bu Menteri, ya. Bali itu meningkat. Ya kan? Berarti dan meningkat dari sebelum pandemi. Jadi angka, jadi dia memang sudah pulih kalau Bali itu, ya kan?” ujar Evita.

Evita juga menyoroti konsentrasi kunjungan wisatawan yang terpusat pada tiga destinasi utama. “Dari statistik yang ada saya lihat, 70% daripada wisatawan kita itu hanya dari tiga destinasi, Bali, Kepri (Batam), dan Jakarta. Hanya tiga loh. Tiga destinasi itu sudah mencapai, mengindikasikan 70%. Berarti apa? Berarti kan pembangunan pariwisata di Indonesia ini di tempat lain itu masih ketinggalan, Bu Menteri. Ini PR bagi Kementerian Pariwisata,” sambungnya.

Data Kunjungan Januari-November 2025

Menanggapi hal tersebut, Widiyanti menjelaskan bahwa data wisatawan yang ia sampaikan baru dapat dirilis setelah melalui proses pengolahan Badan Pusat Statistik (BPS). “Data yang telah terbit adalah data Januari hingga November 2025 menggunakan metode Mobile Positioning Data atau MPD yang adalah metode berbasis sinyal telepon seluler di dalam delineasi destinasi pariwisata prioritas (DPP),” jelas Widiyanti dalam rapat kerja Komisi VII DPR pada Rabu (3/2/2026).

Advertisement

Ia secara spesifik mengklarifikasi bahwa kunjungan wisatawan ke Bali tetap signifikan, mencapai 12,2 juta kunjungan pada periode Januari hingga November 2025. “Sekaligus kami luruskan tidak benar bahwa Bali sepi, terlihat kunjungan yang tetap mencapai 12,2 juta kunjungan di Januari hingga November 2025,” tegasnya.

Meskipun demikian, Widiyanti mengakui bahwa kunjungan wisatawan memang masih terkonsentrasi di sejumlah destinasi utama yang telah dikenal luas dan memiliki konektivitas transportasi yang lebih baik. “Memang apabila kita lihat kunjungan di tiga destinasi regeneratif jauh melebihi kunjungan ke destinasi pariwisata prioritas, karena memang ketiga destinasi ini adalah yang paling dikenal sekaligus memiliki konektivitas yang paling baik sehingga pintu masuk wisatawan memang utamanya dari ketiga destinasi ini,” tuturnya.

Namun, ia menambahkan bahwa Kementerian Pariwisata terus berupaya mendorong pemerataan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah. “Namun upaya kami semua untuk mendorong persebaran wisatawan ke daerah lain juga mulai menunjukkan hasil yang membaik,” imbuhnya.

Advertisement