Berita

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan Saat Pimpin Persemayaman Korban ATR 42-500

Advertisement

Jakarta – Suasana duka menyelimuti upacara persemayaman dan pelepasan tiga jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, khidmatnya prosesi penghormatan terhadap para pegawai yang gugur dalam tugas ini diwarnai insiden tak terduga: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pingsan saat memimpin upacara.

Insiden di Depan Podium

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (25/1) sekitar pukul 09.20 WIB. Saat Menteri Trenggono maju ke podium untuk menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga, ia tiba-tiba terjatuh. Ia segera dilarikan keluar ruangan untuk mendapatkan penanganan medis dan dibawa ke ambulans untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Upacara persemayaman tersebut diselenggarakan di Auditorium Madidihang, Akademi Usaha Perikanan Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pingsan Akibat Kelelahan

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf memastikan bahwa kondisi Menteri Trenggono telah kembali sadar dan tidak ada masalah serius yang dialaminya. “Sudah sadar,” ujar Didit kepada wartawan di lokasi, Minggu (25/1).

Didit menjelaskan bahwa pingsannya Trenggono disebabkan oleh kelelahan. “Nggak apa-apa. Kecapekan. Nggak, kecapekan saja,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa Trenggono tumbang akibat keletihan setelah menjalani agenda yang padat, termasuk perjalanan dinas.

Kondisi Stabil dan Siap Bertugas

Staf Khusus Menteri KKP Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Media, Dodi Ismanto, mengonfirmasi bahwa kondisi Trenggono sudah stabil dan membaik setelah mendapatkan perawatan di RSCM. “Aman bapaknya (Trenggono). Sudah baikan, baikan. (Karena) Kecapekan. Beliau baru sampai dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa memantau terus perkembangan di Jakarta,” kata Dodi, Minggu (25/1).

Advertisement

Dodi merinci kelelahan tersebut dipicu oleh perjalanan dinas bersama Presiden Prabowo Subianto ke London dan Davos. Ia memastikan bahwa Menteri Trenggono siap kembali beraktivitas. “Udah dicek aman, besok ngantor,” tegasnya.

Ditelepon Presiden Prabowo

Usai sadar, Menteri Trenggono mengungkapkan bahwa dirinya menerima telepon langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

“Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat semuanya terhadap saya. Wabil khusus pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang menelpon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini,” tulis Trenggono, Minggu (25/1).

Ia menegaskan kondisinya dalam keadaan baik dan pingsan yang dialaminya murni karena kelelahan fisik dan mental. Trenggono juga menyebut musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang menimpa keluarga besar KKP sangat menguras emosinya. “Saya dalam kondisi baik-baik saja. Alhamdulillah observarsi dokter menyatakan tak ada masalah, hanya kelelahan. Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500,” katanya.

Lihat Video ‘Suasana Haru Pemakaman Restu Engineer ATR 42-500 di Klaten’: [Gambas:Video 20detik]

Advertisement