Berita

Pandji Pragiwaksono Hadapi Pengadilan Adat Toraja Pekan Depan Akibat Candaan

Advertisement

Tana Toraja, Sulawesi Selatan – Komika Pandji Pragiwaksono dijadwalkan akan menjalani proses peradilan adat di Tana Toraja pada pekan depan. Langkah ini diambil sebagai buntut dari candaan yang dinilai telah menghina adat dan budaya masyarakat Toraja.

Jadwal Peradilan Adat

Tokoh adat Toraja, Sam Barumbun, mengonfirmasi kehadiran Pandji Pragiwaksono di Toraja untuk mengikuti peradilan adat. “Beliau akan hadir di Toraja sesuai pernyataannya kemarin untuk menjalani pengadilan adat di Tongkonan Kaero Sangalla pada tanggal 10 Februari dan hukum adatnya pada tanggal 11 Februari 2026,” ujar Sam Barumbun dalam konferensi pers Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) Toraja di Rantelemo, Tana Toraja, seperti dilansir detikSulsel, Sabtu (7/2/2026).

Pandji Dinyatakan Bersalah

Pandji Pragiwaksono dinyatakan bersalah dan akan diadili oleh para tokoh adat dari 32 wilayah adat Toraja di Tongkonan Kaero Sangalla’. Sam Barumbun menjelaskan bahwa keputusan mengenai besar kecilnya sanksi baru akan dibahas dalam peradilan tersebut. “Kalau dikatakan salah ya sudah pasti salah karena melecehkan ritual adat Toraja. Dia menjadikan adat Toraja sebagai lelucon di publik di acara Messake Bangsaku,” ungkapnya.

Advertisement

Mengenai sanksi yang akan dijatuhkan, Sam Barumbun menegaskan bahwa hal tersebut belum dapat dipastikan. “Soal sanksinya kita belum pastikan karena baru akan disepakati oleh tokoh adat dari 32 wilayah adat,” tuturnya.

Klarifikasi Sanksi Materi

Sam Barumbun juga memberikan klarifikasi terkait isu sanksi materi yang beredar. Ia memastikan bahwa tidak ada sanksi berupa uang dalam jumlah besar atau penyembelihan hewan ternak seperti yang sempat diberitakan. “Belum ditentukan, karena sanksi tidak boleh mendahului peradilan adat. Bagaimana kita menjatuhkan sanksi adat kalau belum ada peradilan adat. Tapi kami pastikan tidak ada sanksi uang miliaran dan ratusan hewan seperti yang beredar di media,” tegasnya. Proses peradilan adat ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi masyarakat Toraja dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Advertisement