Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan sikapnya sebagai partai penyeimbang dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Keputusan ini diambil untuk mengawal demokrasi Indonesia tetap sehat, sembari menjaga hubungan baik dengan Prabowo.
Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menjelaskan bahwa posisi partai saat ini tidaklah mudah. Ia menyampaikan hal tersebut usai rangkaian kunjungan kerja Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi yang telah berakhir.
Megawati menutup agenda kunjungan kerjanya dengan menunaikan ibadah umrah bersama putra-putrinya, M Prananda Prabowo dan Puan Maharani. Dalam salah satu doanya, Megawati memohon bimbingan dan kekuatan dalam memimpin partai.
“Di satu sisi, Ibu Mega telah mengambil garis politik untuk menjadi partai politik di luar pemerintahan, yang menjadi penyeimbang demokrasi bagi pemerintahan Presiden, pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. Tetapi di satu sisi, Bu Mega juga tetap ingin menjaga komitmen persahabatannya, komitmen kemanusiaannya kepada Pak Prabowo,” kata Basarah di Arab Saudi, Minggu (15/2/2026).
Basarah mengutip pernyataan Megawati mengenai pertemanannya dengan Prabowo. Menurutnya, Megawati tidak ingin hubungan baiknya dengan Prabowo terganggu oleh dinamika politik.
“Yang Ibu Mega mengatakan, ‘Beliau adalah sahabat saya sejak dulu, dan hubungan kami tidak ingin rusak hanya karena politik.’ Sehingga kemudian antara hubungan kemanusiaan dan hubungan politik ini, Bu Mega berusaha untuk mencari titik-titik keseimbangan,” imbuh dia.
Oleh karena itu, Megawati memilih untuk mengarahkan aktivitas partai agar lebih berdampak langsung kepada masyarakat. Basarah menyebutkan banyak pengurus PDIP yang turun tangan membantu warga yang terkena musibah.
“Jadi Bu Mega menurunkan tensi politik kegiatan PDI Perjuangan, langsung menyentuh kepada persoalan-persoalan dan permasalahan-permasalahan yang langsung dihadapi oleh masyarakat,” ujar Basarah.
Ia menambahkan, aktivitas kemanusiaan yang dilakukan PDIP secara tidak langsung turut membantu pemerintahan Prabowo dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat yang membutuhkan.
“Dan saya kira aktivitas kemanusiaan PDI Perjuangan seperti itu, secara tidak langsung membantu pemerintahan Prabowo dalam rangka tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah,” sambung dia.
Langkah tersebut, menurut Basarah, merupakan salah satu upaya Megawati dalam menjaga keseimbangan partainya. PDIP berupaya merawat sistem demokrasi yang sehat sekaligus mempertahankan relasi yang baik dengan Prabowo.
“Saya kira itu adalah bentuk keseimbangan yang saat ini tengah diambil oleh Ibu Megawati Soekarnoputri dalam meletakkan posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang agar demokrasi kita berjalan sehat. Tetapi di sisi lain, Ibu Mega juga tetap ingin menjaga hubungan baiknya dengan Pak Prabowo Subianto,” tutur dia.






