Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa ikan sapu-sapu yang hidup di kali atau sungai yang tercemar di Ibu Kota tidak aman untuk dikonsumsi. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya konsumsi ikan jenis tersebut oleh sebagian warga.
Risiko Kesehatan Akibat Logam Berat dan Bakteri
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan bahwa secara biologis, ikan sapu-sapu dapat dikonsumsi jika berasal dari budidaya yang terkontrol. Namun, ikan hasil tangkapan liar dari perairan yang tercemar berisiko tinggi mengandung zat berbahaya.
“Di sungai yang tercemar, kandungan logam berat dan cemaran biologis pada ikan sapu-sapu sangat tinggi. Konsumsi ikan ini bisa menyebabkan keracunan kronis jika dikonsumsi secara rutin,” ujar Hasudungan dalam keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
Logam berat yang dimaksud antara lain timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan arsen (As). Selain itu, ikan liar dari perairan tercemar juga berpotensi mengandung bakteri dan parasit patogen yang membahayakan kesehatan manusia.
Tidak Memenuhi Standar Keamanan Pangan
Hasudungan menekankan bahwa konsumsi ikan liar seperti ikan sapu-sapu dari kali di Jakarta tidak melalui sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan. Hal ini menyebabkan ikan tersebut tidak memenuhi standar nasional (SNI) terkait batas maksimum kontaminan.
“Berbeda dengan ikan budidaya, ikan liar dari sungai tidak ada jaminan keamanan atau kualitas air yang dikonsumsinya,” tambahnya.
Alternatif Pemanfaatan dan Edukasi Berkelanjutan
Dinas KPKP DKI Jakarta juga mengimbau para pedagang makanan dan masyarakat untuk tidak memanfaatkan ikan sapu-sapu dari perairan tercemar sebagai bahan pangan. Sebagai alternatif, ikan ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak non-konsumsi atau diolah menjadi pupuk.
“Melalui poster dan media sosial, kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan dari sungai yang tercemar. Keselamatan kesehatan harus menjadi prioritas,” ungkap Hasudungan.
Dengan kondisi sungai di Jakarta yang masih tercemar limbah industri dan rumah tangga, menghindari konsumsi ikan liar dari perairan tersebut merupakan langkah paling aman bagi masyarakat. Sebelumnya, diberitakan mengenai upaya penyelamatan Sungai Ciliwung dengan memburu ikan sapu-sapu oleh Arif Kamarudin.






