Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Kamis (22/1/2026) pagi menyebabkan banjir di sejumlah permukiman. Salah satu kawasan yang terdampak adalah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, di mana ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari 30 sentimeter.
Genangan Air di Jalanan
Menurut salah seorang warga, Fety F, banjir mulai menggenangi Jalan Asia Baru dan Jalan Patra di Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, sekitar pukul 10.00 WIB. “Banjir di Jalan Asia Baru dan di Jalan Patra, Duri Kepa,” ujar Fety saat dihubungi, Kamis (22/1/2026).
Kondisi diperparah oleh hujan yang terus menerus turun, membuat genangan air semakin meninggi. Fety memperkirakan ketinggian air sudah melebihi setengah ban motor. “Banjirnya lebih tinggi. Sudah setengah ban motor,” katanya pada pukul 10.58 WIB.
Meskipun demikian, air banjir dilaporkan belum masuk ke dalam rumah warga. “Air banjir tidak masuk rumah, masih di depan jalan. Karena rumah saya tinggi,” imbuh Fety.
Penyebab Banjir dan Riwayat Kejadian
Fety menjelaskan bahwa banjir kerap terjadi di wilayah tersebut apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama. Ia menduga penyebab utamanya adalah sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air yang besar.
“Iya, selalu banjir setelah hujan deras. (Banjir disebabkan) got yang terlalu rendah dan kecil, nggak menampung air hujan yang turun,” jelasnya.
Data BPBD DKI Jakarta
Berdasarkan data yang dirilis oleh BPBD DKI Jakarta per pukul 10.00 WIB, tercatat ada 8 ruas jalan dan 1 wilayah RT yang terendam banjir akibat hujan deras pada pagi hari tersebut. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, mengonfirmasi bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi.
BPBD mencatat genangan air terjadi di kawasan Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Genangan tertinggi dilaporkan berada di ruas Jalan Gaya Motor 2, Kelurahan Sungai Bambu, Jakarta Utara, dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.






