Berita

Realisasi Investasi Banten 2025 Lampaui Target, Tembus Rp 130,2 Triliun

Advertisement

Pemerintah Provinsi Banten melaporkan realisasi investasi di wilayahnya sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 130,2 triliun. Angka ini melampaui target yang ditetapkan, dengan pencapaian sebesar 108 persen dari target tahunan.

Pentingnya Iklim Usaha Kondusif

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati, menyampaikan capaian tersebut dalam Rapat Koordinasi Rilis Realisasi Investasi Triwulan IV dan Semester II Periode Januari-Desember 2025 yang digelar di Rahaya Resort Banten, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Selasa (27/1/2026). “Investasi kita meningkat cukup tinggi, tadi disebutkan sekitar 108 persen,” ujar Dimyati.

Dimyati menekankan pentingnya menjaga iklim usaha agar tetap kondusif. Gangguan terhadap aktivitas investasi, menurutnya, dapat berdampak buruk bagi pembangunan daerah. “Saya minta masyarakat tidak mengganggu investasi. Kalau investasi diganggu, itu kontraproduktif. Kita justru ingin merayu investor agar mau menanamkan modalnya di Banten,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota mengenai kepentingan bersama dalam menarik investasi. “Bupati dan wali kota tentu ingin daerahnya jadi tujuan investasi. Kalau investasi diganggu, upaya kita bersama jadi sia-sia,” katanya.

Lebih lanjut, Dimyati menambahkan bahwa Pemprov Banten berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan manfaat investasi dirasakan masyarakat, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). “Kalau tidak ada investasi, tidak ada lapangan kerja. Padahal lapangan pekerjaan itu sangat penting,” ucap Dimyati.

Kontribusi Triwulan IV dan Sektor Unggulan

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, menjelaskan bahwa lonjakan investasi pada triwulan IV 2025 menjadi faktor utama tingginya realisasi semester II dan capaian tahunan. “Pada triwulan IV 2025, realisasi investasi Banten mencapai Rp 38,6 triliun. Ini menjadi pengungkit utama capaian semester II,” kata Virgojanti.

Advertisement

Virgojanti merinci realisasi pada triwulan IV terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 19,30 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 19,28 triliun. Investasi ini berasal dari 31.185 proyek dan berhasil menyerap 58.733 tenaga kerja.

“Secara kumulatif sepanjang 2025, total investasi mencapai Rp 130,2 triliun, dengan PMDN Rp 73,20 triliun dan PMA Rp 56,96 triliun,” jelasnya.

Sektor industri kimia dan farmasi masih menjadi kontributor terbesar investasi di Banten. Selain itu, sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri juga menunjukkan kinerja positif.

“Dari sisi wilayah, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon masih menjadi episentrum investasi di Banten,” ujarnya.

Penguatan Investasi Hilirisasi

Virgojanti juga menyoroti penguatan investasi berbasis hilirisasi. Pada triwulan IV 2025, nilai investasi hilirisasi mencapai Rp 17,5 triliun atau 45,33 persen dari total investasi triwulan tersebut. “Secara tahunan, hilirisasi menyumbang Rp 41,3 triliun atau 31,72 persen dari total investasi 2025,” pungkas Virgojanti.

Advertisement