Berita

Sekolah Rakyat: Pendidikan Fleksibel Berbasis Bakat untuk Atasi Kemiskinan

Advertisement

Pemerintah menargetkan penguatan pendidikan dan pengentasan kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat, yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan gratis dan menyiapkan sumber daya manusia unggul sejak dini. Program ini merupakan bagian dari Asta Cita, prioritas nasional yang dicanangkan pemerintah.

Kurikulum Fleksibel Multi-Entry, Multi-Exit

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat akan menerapkan kurikulum model multi-entry, multi-exit (MEME). Model ini memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk masuk kapan saja dan menyelesaikan studi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Jadi prinsipnya dalam sistem Sekolah Rakyat ini kurikulumnya mengikuti model multi entry, multi exit, yang di dalamnya terdapat fleksibilitas untuk para murid ini dapat masuk kapan saja dan bisa menyelesaikan studinya sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki,” tutur Mu’ti saat Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025).

Pemetaan Potensi Siswa dengan Tes DNA Talent

Untuk mengoptimalkan pembelajaran, kurikulum MEME akan dipadukan dengan pemetaan potensi siswa menggunakan tes DNA Talent berbasis kecerdasan buatan. Tes ini bertujuan mengidentifikasi minat dan bakat siswa sejak dini.

Hasil tes DNA Talent akan menjadi panduan bagi guru dan kepala sekolah dalam mengarahkan siswa, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.

Advertisement

Pelatihan Guru dan Peluncuran Nasional

Dalam rangka mendukung implementasi kurikulum inovatif ini, pemerintah telah menyelenggarakan program pelatihan bagi 2.500 guru dan kepala Sekolah Rakyat di JIExpo Kemayoran pada Agustus lalu. Pelatihan ini menjadi bekal penting bagi para pendidik dalam menerapkan model pendidikan yang fleksibel dan berbasis potensi siswa.

Peluncuran Sekolah Rakyat secara nasional dijadwalkan pada 12 Januari 2026 di Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Acara ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk doa bersama, pertunjukan teater siswa, dan peninjauan fasilitas pendidikan.

Dengan mengusung tema “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara”, peluncuran ini menegaskan komitmen pemerintah dalam pengembangan Sekolah Rakyat sebagai strategi jangka panjang penguatan pendidikan nasional. Seluruh rangkaian acara peluncuran akan disiarkan secara langsung melalui detikcom.

Advertisement