Berita

Wamendagri Puji Penanganan Banjir Bandang Sitaro, 16 Tewas Akibat Bencana

Advertisement

Manado – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) III, Akhmad Wiyagus, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro dalam menangani bencana banjir bandang yang menewaskan 16 orang.

Penanganan Bencana Banjir Bandang Sitaro

“Penanganan korban banjir bandang di Kepulauan Sitaro yang dilakukan Pemprov dan Pemkab setempat sudah sangat tepat. Penyelamatan korban, tempat pengungsian korban dan kebutuhannya, serta pemulihan akses jalan dilakukan sesuai prosedur,” kata Wiyagus dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Sebelumnya, Wamendagri telah bertemu dengan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus. Gubernur memaparkan kondisi lokasi bencana yang sulit dijangkau akibat cuaca ekstrem. Ia menjelaskan bahwa kapal penyeberangan tidak dapat digunakan karena gelombang dan angin yang kencang.

“Kami bersama Forkopimda bisa mencapai lokasi dengan pesawat kecil. Penerbangan pun mengalami hambatan karena faktor cuaca. Kami sarankan untuk saat ini tidak meninjau lokasi karena cuaca sangat ekstrem. Cuaca tidak bisa diprediksi,” ujar Yulius Selvanus.

Kebutuhan Korban Banjir

Saat berada di Posko Bencana, Wiyagus mengecek kebutuhan para korban bencana yang akan dikirim melalui jalur laut. Ia mengarahkan agar keperluan korban, mulai dari makanan, pakaian, hingga bahan bakar minyak (BBM) untuk alat berat, segera terpenuhi dan dikirim ke lokasi.

“Kebutuhan para korban jangan sampai menumpuk di posko. Lebih baik segera dikirim ke lokasi,” tutur Wiyagus.

Wamendagri juga melakukan konferensi video dari Posko Bencana di Pemprov Sulut dengan Komandan Kodim 1301 Sangihe, Letkol CZi Nazarudin, yang berada di lokasi bencana. Wiyagus memberikan arahan kepada Dandim, aparat Pemkab, tim SAR, dan relawan untuk memperhatikan kebutuhan para korban, termasuk makanan, tempat penampungan sementara, kesehatan, dan perbaikan akses jalan.

Advertisement

“Perhatian seluruh kebutuhan para korban baik makanan maupun kesehatan. Kami di sini akan mengirimkan seluruh kebutuhan korban bencana,” ucapnya.

Upaya Pencarian Korban

Dandim 1301 Sangihe, Letkol CZi Nazarudin, melaporkan bahwa upaya pencarian korban yang diduga tertimbun bebatuan akibat banjir bandang masih terus dilakukan. Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca di lokasi bencana masih hujan dengan intensitas sedang.

“Kami juga harus hati-hati karena longsor susulan bisa saja terjadi dan mengancam keselamatan tim SAR yang bekerja,” tutur Nazarudin.

Menurut Dandim, pada Rabu (7/1) sore, tim SAR berhasil menemukan satu korban meninggal dunia. Dengan ditemukannya korban tersebut, total korban meninggal mencapai 16 orang.

Kunjungan ke Manado

Dalam kunjungan ke Sulut, Wamendagri juga menjenguk korban selamat dari kebakaran Panti Jompo Werdha Damai Kota Manado yang masih dirawat di RSUD. Ia berdialog dengan korban selamat dan berpesan kepada Walikota Manado, Andrei Angouw, yang mendampingi kunjungan, agar memberikan pelayanan terbaik bagi para korban.

Kebakaran panti jompo tersebut terjadi pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 20.00 Wita di Lingkungan 7, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal 2, Manado. Api diduga berasal dari dapur di belakang panti.

Advertisement