Berita

Seskab Teddy: Iuran Board of Peace Tidak Wajib, Indonesia Belum Membayar

Advertisement

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian tidak bersifat tetap dan dapat ditarik sewaktu-waktu. Hal ini disampaikan Teddy sebagai respons terhadap isu mengenai keanggotaan Indonesia dalam forum internasional tersebut.

Keanggotaan Bersifat Fleksibel

Teddy menjelaskan, “Keanggotaan bersifat tidak bersifat tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan.” Pernyataan ini menggarisbawahi fleksibilitas partisipasi Indonesia dalam upaya perdamaian global.

Lebih lanjut, Teddy menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk mewujudkan gencatan senjata di Gaza. Indonesia tidak hanya sekadar menghadiri konferensi, tetapi juga memiliki suara aktif dalam forum tersebut. “Keikutsertaan Indonesia merupakan langkah konkret untuk turut serta secara langsung dalam mengurangi peperangan di Palestina, dan bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi,” ujarnya.

Iuran Rekonstruksi Gaza Tidak Wajib

Terkait isu iuran sebesar USD 1 miliar, Teddy mengklarifikasi bahwa dana tersebut diperuntukkan bagi rekonstruksi Gaza dan tidak bersifat wajib bagi negara anggota. Ia menegaskan bahwa Indonesia belum berada pada tahap pembayaran iuran tersebut. “Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar, maka akan menjadi anggota tetap. Namun, bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar,” tegasnya.

Advertisement

Diplomasi Konkret Prabowo

Teddy menekankan bahwa diplomasi yang dijalankan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto selalu mengutamakan pencapaian yang konkret bagi bangsa Indonesia. Hal ini tercermin dari berbagai capaian strategis yang diraih Indonesia dalam satu tahun terakhir.

Beberapa capaian strategis tersebut meliputi:

  • Bergabungnya Indonesia dengan BRICS, yang beranggotakan negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia seperti Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India.
  • Penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa.
  • Kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi.
  • Partisipasi Indonesia dalam perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi oleh Amerika Serikat.

Teddy menambahkan, “Indonesia turut mencatat sejarah dengan ikut menandatangani perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi AS. Pasca-penandatanganan perjanjian, jumlah konflik dan korban pun telah berkurang signifikan.”

Advertisement