Jakarta – Kodim 0501/Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Pusat mendatangi Suderajat, pedagang es kue jadul yang videonya viral karena dicurigai menjual makanan berbahan spons di Kemayoran. Kunjungan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada Suderajat.
Permohonan Maaf Tulus
“Dari pertemuan tersebut, Dandim 0501/JP dengan penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan mendatangi Bapak Suderajat secara langsung untuk bersilaturahmi dan menyampaikan permohonan maaf secara tulus dan ikhlas,” ujar Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/1/2026).
Pertemuan berlangsung di kediaman Suderajat di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (27/1) malam. Sejumlah pejabat hadir, termasuk Dandim 0501/Jakarta Pusat Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Danramil 07/Kemayoran Mayor Cpn M Firdaus, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful, serta jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Turut mendampingi Suderajat adalah istri dan anaknya, serta perwakilan warga seperti Kadus 4 Kampung Panjang Rastono, Ketua RT 003 Nanang, dan Ketua RW 006 Boim.
Bantuan untuk Mendukung Usaha
Pada kesempatan tersebut, Dandim 0501/Jakarta Pusat menyerahkan bantuan berupa 1 unit kulkas, 1 unit dispenser, dan 1 unit kasur springbed. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung dan memudahkan aktivitas berjualan Suderajat.
Anggota TNI dan Polri, Serda Heri Purnomo dan Aiptu Ikhwan Mulyadi, juga telah menyampaikan permohonan maaf secara tertulis kepada Suderajat dan keluarga. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan, dengan harapan menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.
Evaluasi Internal dan Sanksi Disiplin
Dandim 0501/Jakarta Pusat menyatakan akan melakukan evaluasi internal terkait kejadian ini. Anggotanya, Serda Heri, yang bertugas sebagai Babinsa Kelurahan Utan Panjang, telah diberikan sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku.
“Dandim memberikan hukuman disiplin kepada Serda Heri, Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” imbuh Brigjen TNI Donny Pramono.
Kapolres Metro Depok Juga Beri Bantuan
Sebelumnya, Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras juga telah menemui Suderajat pada Selasa (27/1) siang. Kombes Abdul memberikan bantuan berupa 1 unit motor dan modal usaha berupa sejumlah uang.
Polda Metro Jaya Minta Maaf
Polda Metro Jaya turut angkat bicara mengenai anggota TNI dan Polri yang viral mencurigai dan mengamankan pedagang es kue jadul di Kemayoran. Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa tindakan personel di lapangan bertujuan untuk memberikan edukasi dan memastikan keamanan masyarakat. Namun, ia memahami bahwa langkah tersebut dapat menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat.
“Kami dari Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf apabila dalam upaya tindakan yang dilakukan oleh personel kami menimbulkan persepsi yang kurang baik ataupun kurang tepat. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi,” kata Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/1).
Budi Hermanto menegaskan bahwa Polri tidak berniat mematikan atau menghambat usaha masyarakat, terutama pelaku UMKM. Kepolisian justru berkomitmen mendukung aktivitas ekonomi masyarakat agar berjalan lancar, aman, dan sehat.
“Kepolisian tidak pernah mematikan atau menghambat usaha UMKM masyarakat. Namun, apa pun itu, kami memahami secara psikologi adanya kekecewaan publik,” tegasnya.
Pemeriksaan Terhadap Personel
Kombes Budi Hermanto menambahkan bahwa Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya sedang melakukan pemeriksaan terhadap personelnya yang terlibat.
“Kami akan mendalami peristiwa ini dan Bidpropam Polda Metro Jaya telah menjemput bola, dalam hal ini mendalami apakah ada perbuatan etika, kewenangan yang dilanggar oleh personel tersebut,” ujar Budi Hermanto.






