Berita

20 Tahun Rusak, Jalan Desa Badak Anom Tangerang Akhirnya Dibeton oleh Gubernur Andra Soni

Advertisement

TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni meresmikan perbaikan Jalan Desa di Badak Anom, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, pada Senin (19/1/2026). Jalan sepanjang 1,3 kilometer ini sebelumnya dilaporkan rusak parah dan terbengkalai selama dua dekade.

Peresmian Sederhana dengan Syukuran

Peresmian dilakukan secara sederhana di lokasi perbaikan jalan. Gubernur Andra Soni didampingi oleh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan. Acara turut dimeriahkan dengan syukuran dan makan bersama antara Gubernur, jajaran pemerintah, dan masyarakat Badak Anom. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang digagas Pemerintah Provinsi Banten.

Harapan Warga Terwujud

Kepala Desa Badak Anom, M Sanwani, menyampaikan rasa terima kasihnya atas realisasi perbaikan jalan tersebut. “20 tahun ini tak tersentuh, ini baru terealisasi oleh Pak Gubernur Banten yang baru, dan Pak Bupati yang baru. Ini kehormatan dan kebanggaan bagi kami,” ujar Sanwani. Ia menambahkan bahwa jalan yang baru dibangun ini sangat berarti bagi warga desa.

Sanwani juga menyampaikan aspirasi warga terkait kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan desa yang baru diperbaiki. “Jalan sudah bagus, butuh PJU, Pak. Jangan sampai rawan,” pintanya kepada Gubernur.

Advertisement

Dampak Pembangunan dan Koordinasi PJU

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Andra Soni menyatakan bahwa perbaikan jalan desa bertujuan untuk menumbuhkan harapan masyarakat. “Tujuan utama adalah setiap yang kita kerjakan ada dampaknya di masyarakat. Maka, saya butuh dukungan instansi lain. Jalan dibangun, maka harapan pun muncul,” tuturnya.

Terkait permintaan PJU, Andra Soni memastikan akan adanya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. “Tadi seperti yang disampaikan Pak Bupati, penerangannya dipikirkan bareng-bareng. Jalan sudah bagus, bawaannya pengin kencang. Kalau nggak ada penerangan, takutnya nabrak jurig (hantu),” ucap Andra Soni berkelakar, disambut tawa warga.

Advertisement