Berita

8.000 Prajurit TNI Siap Dikirim ke Gaza, DPR: Wujud Amanat Konstitusi dan Perdamaian Dunia

Advertisement

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono memberikan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah Indonesia untuk mengirimkan sekitar 8.000 personel TNI sebagai bagian dari pasukan perdamaian di Gaza, Palestina. Dave menilai langkah ini merupakan cerminan konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik secara damai.

Komitmen Perdamaian Dunia

Dave Laksono menyatakan, “Rencana pengiriman sekitar 8.000 prajurit TNI ke Gaza merupakan bagian dari komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Langkah ini tidak dimaksudkan untuk menonjolkan diri, melainkan mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik secara damai.”

Politikus Partai Golkar tersebut menambahkan bahwa pemerintah Indonesia telah menunjukkan wujud amanat konstitusi serta berkontribusi bagi perdamaian internasional.

“Kehadiran pasukan tersebut adalah wujud amanat konstitusi sekaligus tradisi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan, menjaga stabilitas global, dan meringankan penderitaan masyarakat sipil, dengan orientasi utama pada kontribusi nyata bagi perdamaian internasional serta solidaritas terhadap bangsa Palestina,” ujar Dave.

Persiapan Matang dan Koordinasi Internasional

Lebih lanjut, Dave menekankan pentingnya persiapan yang matang dari sisi diplomasi, logistik, dan perlindungan prajurit. Ia juga meminta agar pengiriman pasukan dilakukan secara terukur sesuai mandat dan aturan keterlibatan yang jelas.

“Fokus utama adalah memastikan kontribusi Indonesia benar-benar mendukung perdamaian, memberi manfaat nyata bagi rakyat Palestina, dan menjaga kredibilitas bangsa di mata dunia,” katanya.

Advertisement

Dave berharap kehadiran TNI di Gaza dapat memperkuat upaya internasional dalam menciptakan stabilitas. “Kami berharap kehadiran TNI di Gaza dapat memperkuat upaya internasional dalam menciptakan stabilitas, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia selalu berdiri di garis depan dalam membela nilai-nilai kemanusiaan. Pada saat yang sama, penting bagi pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan lembaga internasional agar misi ini berjalan sesuai prinsip hukum internasional dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru di mata dunia,” tuturnya.

Pembahasan di Istana

Sebelumnya, Istana Kepresidenan mengonfirmasi bahwa rencana pemerintah Indonesia mengirimkan sekitar 8.000 anggota pasukan perdamaian ke Gaza masih dalam tahap pembahasan. Belum ada detail mengenai realisasi pengiriman pasukan tersebut.

“Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000 itu,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan seusai jumpa pers di Stasiun Gambir, Selasa (10/2).

Prasetyo Hadi menambahkan bahwa pasukan dari Indonesia akan bergabung dengan pasukan perdamaian dari negara lain, namun belum ada informasi mengenai penempatan spesifik pasukan Indonesia.

“Belum. Kita baru mempersiapkan diri saja kalau sewaktu-waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen itu akan kita lakukan,” jelasnya.

Advertisement