Jakarta – Kepolisian melakukan pendekatan humanis dalam mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa ojek online (ojol) di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Jakarta Pusat, pada Rabu, 14 Januari 2026. Sejumlah anggota polisi terlihat membagikan roti dan air mineral kepada para peserta demo.
Pantauan di lokasi menunjukkan para pendemo menyambut baik pemberian tersebut dan langsung mengonsumsinya. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung menyatakan komitmen Polri untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam pengamanan aksi. Menurutnya, pembagian logistik ini merupakan wujud pelayanan langsung dari Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Pendekatan Humanis Polri
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Pendekatan humanis melalui pelayanan langsung kepada massa aksi merupakan wujud Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Reynold pada Rabu (14/1).
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan, personel kepolisian telah melakukan pengamanan sekaligus pelayanan sejak awal kedatangan massa. Salah satu bentuk pelayanan yang diberikan adalah dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Pejuang Aspirasi” sebagai bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Selain pengamanan, kami juga memberikan pelayanan berupa pembagian logistik sederhana seperti roti dan air mineral kepada peserta aksi. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat,” jelas Budi Hermanto.
Tuntutan Massa Ojol
Aksi unjuk rasa ini dihadiri oleh sekitar 500 massa ojek online. Mereka menyampaikan beberapa tuntutan, termasuk mendesak Amerika Serikat untuk membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan meminta pemerintah Indonesia memperhatikan kesejahteraan ojol.
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online (O2) Indonesia, Cecep Saripudin, menyatakan salah satu tuntutan mereka adalah agar AS membebaskan Maduro. “Iya, salah satu tuntutan kami juga adalah bagaimana bebaskan Maduro,” ujar Cecep di depan Kedubes AS, Rabu (14/1).
Cecep juga meminta Pemerintah RI memberikan kecaman terhadap tindakan AS terhadap Venezuela, yang dianggapnya sebagai negara demokratis dan berdaulat. “Salah satunya juga kita juga meminta pemerintah hari ini memberikan satu, apa, kecaman lah terhadap Amerika yang dilakukan terhadap Venezuela, karena Venezuela hari ini adalah negara yang demokratis, negara yang berdaulat,” tuturnya.
Selain itu, massa ojol mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang regulasi ojol guna memperhatikan kesejahteraan para pengemudi.
“Hari ini kami hadir meminta kepada Presiden untuk segera mengeluarkan Perpres karena pada saat ini, sampai dengan hari ini, kawan-kawan ojek online penderitaannya sangat luar biasa. Potongan-potongannya sangat luar biasa,” kata Cecep.
“Maka kami meminta negara hadir di dalam kesejahteraan kawan-kawan ojek online dengan mengeluarkannya satu regulasi atau yang disebut dengan Perpres,” sambungnya.
Pihak kepolisian terus memastikan situasi berlangsung aman dan kondusif. Polda Metro Jaya menegaskan akan terus mengawal setiap kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dengan mengedepankan prinsip pelayanan, perlindungan, dan pengayoman.






