Berita

Anggota DPR Yoyok Riyo Nilai Kinerja Menpar Widiyanti Putri Wardhana Hanya 50

Advertisement

Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Dalam rapat kerja bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2026), Yoyok secara tegas memberikan nilai 50 dari skala 100 untuk kinerja Widiyanti sebagai menteri.

Kebijakan dan Anggaran Jadi Sorotan

Yoyok Riyo menyoroti sejumlah aspek kebijakan dan pengelolaan sektor pariwisata yang dinilai masih memiliki banyak celah. Meskipun pariwisata disebut sebagai penyumbang devisa negara yang besar, ia menekankan perlunya kebijakan yang lebih efektif di tahun 2026.

“Saya harapkan di 2026 nanti, kebijakan yang Ibu ambil ini semestinya merupakan kebijakan sebagai mesin ekonomi, Bu, sebagai mesin ekonomi,” ujar Yoyok.

Ia juga mengkritik pola penyerapan anggaran yang dinilai belum optimal. Menurutnya, anggaran pariwisata tidak seharusnya hanya habis untuk kegiatan internal kementerian seperti seminar atau pertemuan lainnya.

“Jadi, penyerapan anggaran yang akan datang ini harus benar-benar sampai ke pelaku wisata ke bawah, Bu. Jangan sampai malah habis anggaran yang digunakan ke dalam kementerian Ibu sendiri atau bahkan yang paling tinggi levelnya misalkan ada seminar sana-seminar sini, ke sana-ke sini, ke sana-ke sini. Itu kan jadi nggak ada itu seperti digunakan untuk mesin ekonomi,” jelasnya.

Yoyok menambahkan, Kemenpar jangan sampai hanya bertindak sebagai event organizer (EO) nasional yang gemanya besar namun tidak memberikan dampak langsung kepada pelaku wisata di tingkat bawah.

“Jangan pula kementerian Ibu itu nantinya malah justru, mohon maaf nih ya, kayak sebagai EO aja itu lho. Jadi semacam event organizer nasional gitu. Luar biasa gemanya, cuman nggak sampai lagi ke pelaku-pelaku wisata yang ada di bawahnya,” sambung dia.

Mahalnya Tiket dan Infrastruktur Jadi PR

Selain isu anggaran, Yoyok juga menyoroti masalah mahalnya harga tiket masuk destinasi wisata. Menurutnya, hal ini menjadi kendala dalam menunjang perkembangan pariwisata.

Advertisement

“Tadi Ibu sudah menyampaikan tiket mahal bagaimana, jalan infrastruktur yang luar biasa. Saya sampaikan, Bu, kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian bener semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50,” tegasnya.

Ia juga sempat melontarkan pujian atas penampilan Widiyanti, namun menekankan pentingnya kepiawaian menteri untuk dapat berkolaborasi dengan kementerian lain yang terkait.

“Maaf nih, Bu. Ibu seorang menteri yang paling cantik nih di kabinetnya Pak Prabowo. Ini kalau kepiawaian Ibu nggak bisa diragukan lagi. Ini kalau Ibu gunakan, pakai untuk bisa nembus seluruh kementerian yang ada hubungannya dengan Ibu, ini kan sangat luar biasa,” lanjutnya.

Insiden di Bromo dan Toba Perlu Perhatian

Yoyok juga meminta agar Kemenpar lebih memperhatikan kondisi infrastruktur pariwisata dan memaksimalkan peran polisi wisata. Ia mencontohkan insiden yang terjadi di beberapa destinasi.

“Di Bromo itu jip nyemplung sudah berapa, Bu? Ini yang luar biasa lagi, saya baru ngikuti event internasional di Toba, Bu. Aduh, parahlah. Waktu saya ikut UTMB di Toba, kacau. Ini fakta,” tuturnya.

Ia menambahkan, insiden kecelakaan yang menimpa pelatih bola Valencia saat berada di Indonesia juga menjadi catatan penting.

“Kemudian ada lagi yang apes lagi di kecelakaan pelatih bola favorit saya, malah mati di tempat kita, pelatih bola Valencia, ini kan, cobalah, Bu, dimanfaatkan secara maksimal lagi untuk pengecekan semua fasilitas. Kalau polisi wisata itu diajukan, saya yakin efeknya akan lebih bagus,” imbuhnya.

Advertisement