Petugas ronda keliling di wilayah Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, Anwar (44), memiliki cara unik untuk memastikan roda ekonomi kecil tetap berputar sejak pagi. Ia memukul tiang listrik di wilayahnya sebagai penanda waktu dan membangunkan para pedagang agar tidak kesiangan.
Misi Mulia di Balik Pukulan Tiang Listrik
Anwar menjelaskan bahwa aksinya memukul tiang listrik memiliki makna penting bagi para pedagang kecil di Cikoko. “Ya maknanya untuk mastiin ini jam sekian, buat nandain karena mayoritas di sini kebanyakan pedagang. Pedagang kayak tukang tempe, tahu. Satu, biar dia nggak kesiangan kan untuk berangkat ke pasar,” kata Anwar saat ditemui di pos ronda RW 5, Kelurahan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1/2026).
Rutinitas ini dilakukan dengan memukul tiang listrik sebanyak dua kali pada pukul 02.00 WIB, dan tiga kali pada pukul 03.00 WIB. “Saya muter, satu orang patroli, satu orang nunggu. Satu orang doang yang ngontrol, jadi jam 2 sama di jam 3,” ujarnya.
Selain membangunkan pedagang, pukulan tiang listrik pada pukul 04.00 WIB juga bertujuan untuk membangunkan warga yang akan melaksanakan salat Subuh. Hal ini penting mengingat banyaknya pabrik tempe di area tersebut. “Satu, bangunin orang salat Subuh. Kedua, takutnya yang jam 3 kita ngetok belum bangun. Karena mayoritas sini pabrik tempe, ini depan belok ke kiri, kiri kanan pabrik tempe. Kasihan kan, dia udah nyetak tempe, udah buat tempe, kalau kesiangan, kan kasihan itu tempe nggak bisa kejual,” jelas Anwar.
16 Tiang Listrik Dipukul Tiap Malam
Anwar mengaku memukul sekitar 16 tiang listrik di wilayah RW 05 Kelurahan Cikoko setiap malam. “Tapi kalau saya jujur saja, untuk kawasan RW 5, ada 16 tiang kurang lebihnya yang saya ketok,” ungkapnya.
Standar pemukulan adalah pukul 02.00 WIB (dua kali ketukan) dan 03.00 WIB (tiga kali ketukan). Pukulan pada pukul 04.00 WIB bersifat fleksibel, terutama untuk membangunkan warga untuk salat Subuh. “Kalau untuk standarnya memang jam 2 dan jam 3, kalau jam 4 itu tergantung yang jaga. Sambil bangunin orang Subuh kalau jam 4. Yang pastinya jam 2 sama jam 3,” ujar Anwar.
Rutinitas pemukulan tiang listrik ini telah berlangsung selama kurang lebih 20 tahun di wilayah tersebut. Sebelum melakukan pemukulan, Anwar selalu melakukan patroli terlebih dahulu. “Udah lama di sini, 20 tahunan ada,” ujarnya.






