Bogor, Jawa Barat – Sebuah video yang beredar menunjukkan lubang tambang emas di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Aneka Tambang (Antam) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mengeluarkan asap. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, segera memberikan klarifikasi dan memastikan bahwa tidak ada karyawan Antam yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Klarifikasi Bupati Bogor
“Pertama memang tadi disampaikan pihak Antam beredar video dari lubang yang keluar asap. Keluar asap tersebut sumbernya disampaikan pihak aneka tambang terjadi pukul 00.30 dini hari, dan dipastikan di jam tersebut tidak ada operasional tambang yang berjalan dari aneka tambang,” ujar Rudy Susmanto kepada wartawan pada Rabu (14/1/2026).
Rudy menambahkan, setelah melakukan pengecekan dan kolaborasi dengan pihak terkait, informasi mengenai korban dapat diluruskan. “Setelah kita melakukan pengecekan, setelah kita melakukan kolaborasi bersama-sama, dari pihak aneka tambang tadi sebenernya sudah menyampaikan secara langsung, bahwa tidak ada korban dari karyawan PT Antam,” imbuhnya.
Pernyataan ini disampaikan Rudy usai menggelar pertemuan darurat dengan PT Antam, Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Anton Prasetyo, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardhilestanto, dan forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimcam) Nanggung. Pertemuan tersebut bertujuan untuk merespons informasi awal yang menyebutkan adanya ledakan dan sejumlah orang terjebak di dalam lubang tambang.
Detail Kejadian dan Koreksi Informasi
Rudy Susmanto menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi bukanlah ledakan, melainkan keluarnya asap tebal dari dalam lubang tambang milik PT Antam yang berada pada kedalaman level 700. Ia dengan tegas membantah informasi yang beredar mengenai ratusan orang yang terjebak.
“Mungkin tersampaikan, terdengar bahwa di Antam itu ada level 400, level 500, level 600 dan level 700. Terkadang yang kita dengar dan yang tersampaikan ke pihak lain terdengar bahwa ada korban terjebak sebanyak 700 orang. Kita pastikan tidak betul. Kenapa kita pastikan tidak betul, kami bicara hari ini di Kecamatan Nanggung, di lokasi aneka tambang. Yang betul adalah level 700, bukan ada korban 700,” tegas Rudy.
Ia berharap klarifikasi ini dapat menenangkan masyarakat dan mencegah kepanikan yang tidak perlu. “Itu yang dapat kami sampaikan supaya masyarakat tenang bahwa memberikan sesuatu hal memberikan informasi, pastikan sumbernya terlebih dahulu, sehingga tidak membuat masyarakat menjadi panik,” pesannya.
Konfirmasi Pihak Kepolisian
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto turut mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dari pihak warga.
“Korban jiwa dari pekerja PT Antam nihil. (Korbannya dari pihak warga) Belum terkonfirmasi,” kata Wikha Ardilestanto.






