Sejumlah perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan akibat banjir yang menggenangi beberapa titik jalur rel. Kondisi ini memaksa para penumpang untuk mengajukan pengembalian dana tiket (refund) dan mencari alternatif transportasi lain. Salah satunya dialami oleh Mayla, warga Depok, Jawa Barat, yang memilih menyewa mobil dari Tegal, Jawa Tengah, menuju Jakarta.
Mayla mengaku biaya sewa mobil ini lebih mahal dibandingkan tiket kereta api. “Iya kita berlima, jadi akhirnya kita nyarter mobil. Iya dari Tegal sampai ke Jakarta. (Biayanya) lebih mahal Rp 500 ribu,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Mayla dan empat anggota keluarganya seharusnya berangkat menggunakan KA Tegal Bahari pada Minggu sore. Namun, pembatalan perjalanan kereta memaksa mereka mencari opsi lain. Setelah pembatalan dikonfirmasi, Mayla segera melakukan proses refund tiket secara online. Namun, satu tiket tidak dapat diproses secara daring, sehingga mengharuskannya mendatangi Stasiun Gambir untuk pengurusan lebih lanjut.
“Nah, yang empat itu udah di-refund sebenarnya lewat aplikasi, tapi yang satu ini punya ayah aku nggak bisa, jadi aku harus ke sini gitu buat tanya,” jelasnya.
Keluarga Mayla sudah berada di Stasiun Tegal sejak Minggu sore dan baru mengetahui adanya informasi pembatalan perjalanan kereta. “Jadi kita udah di situ, udah dari setengah jam sebelum keretanya ada gitu. Dan pada saat kita datang, itu posisinya emang lagi ramai, ramai antre pembatalan tiket gitu. Terus habis itu sebenarnya keluarga aku tuh kayak nggak tahu kan pas awal datang itu. Kita kayak mikir ‘Oh mungkin kereta kita masih belum, nggak dibatalkan’, jadi kita tetap masuk (ke stasiun). Ternyata pas di dalam, kena juga kereta kita dibatalkan gitu,” tuturnya.
Mayla berharap PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat melakukan evaluasi atas kejadian ini. Ia mendesak agar penanganan banjir di sekitar rel kereta api segera dilakukan. “Ya semoga ke depannya kalau memang ada kayak gini juga, semoga segera ditangani gitu. Setahu aku soalnya banjirnya tuh udah dari hari Jumat. Jumat itu Semarang kena, nah terus habis itu kemarin itu Pekalongan gitu. Jadi kan emang banyak yang dibatalkan juga, setahu aku ada 13 deh kereta yang dibatalkan,” ungkapnya.
Selain Mayla, penumpang lain bernama Sandi juga terpaksa mencari alternatif transportasi menuju Tegal, Jawa Tengah. Sandi, yang sebelumnya berencana menggunakan KA Sembrani, akhirnya memilih menggunakan mobil travel.
“Pakai travel saya. Lebih murah sih. Cuma lebih lama aja,” kata Sandi saat ditemui di Stasiun Gambir. Sandi berencana berangkat dengan mobil travel pada malam hari menuju Cirebon, Jawa Barat. Ia akan memesan tiket mobil travel setelah menerima pengembalian dana tiket keretanya. “Belum, kayaknya malam berangkatnya. Saya ke Cirebon aja lah. Untung uangnya dikembaliin sih. Jadi saya bisa pake buat pesan travel,” ucapnya.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengumumkan pembatalan 11 perjalanan kereta api yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir pada Senin (19/1/2026). Pembatalan ini disebabkan oleh banjir yang melanda sejumlah lokasi jalur rel di wilayah Pekalongan.
“Langkah ini terpaksa diambil karena tingginya potensi kelambatan apabila perjalanan tetap dijalankan melalui jalur terdampak,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dilansir Antara, Senin (19/1).






