Berita

Batas Akhir Qadha Puasa Ramadan: Kapan Waktu Terakhir Membayar Utang Puasa?

Advertisement

Menjelang datangnya bulan Ramadan, umat Islam diingatkan untuk segera menunaikan kewajiban mengganti (qadha) puasa Ramadan tahun lalu. Penentuan batas akhir pembayaran utang puasa ini penting agar ibadah yang tertunda dapat diselesaikan sebelum Ramadan berikutnya tiba.

Penjelasan Ulama Mengenai Batas Akhir Qadha Puasa

Menurut penjelasan dari Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag), para ulama sepakat bahwa batas akhir pembayaran utang puasa Ramadan adalah sebelum masuk Ramadan tahun berikutnya. Hal ini merujuk pada praktik Aisyah RA yang baru mengqadha puasanya di bulan Syakban.

Imam Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan, kesibukan Aisyah RA membuatnya baru bisa mengqadha puasa di bulan Syakban. Hal ini menunjukkan bahwa waktu qadha puasa sangatlah lapang, yaitu sejak berakhirnya Ramadan hingga datangnya Ramadan berikutnya.

Aisyah RA sendiri pernah meriwayatkan:

“Dahulu aku memiliki utang puasa Ramadan, dan aku tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Syakban.” (HR. Bukhari No. 1950 dan Muslim No. 1146)

Advertisement

Ini menegaskan bahwa bulan Syakban menjadi kesempatan terakhir bagi umat Islam yang memiliki tanggungan puasa untuk melunasinya.

Kewajiban Mengganti Puasa Ramadan

Kewajiban melaksanakan qadha puasa Ramadan tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:

“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat ini menegaskan bahwa qadha puasa wajib dilaksanakan sebanyak jumlah hari yang ditinggalkan. Pelaksanaan qadha puasa tidak harus dilakukan secara berurutan, namun yang terpenting adalah jumlah hari yang ditinggalkan dapat diganti seluruhnya sebelum Ramadan berikutnya tiba.

Advertisement