Berita

Bus TransJ Blok M-Soetta Akan Berhenti di Tiga Terminal Bandara, Target Beroperasi Sebelum Idul Fitri

Advertisement

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa bus Transjabodetabek dengan rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan melayani penumpang di tiga terminal bandara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menjajaki kerja sama dengan pihak pengelola Bandara Soetta untuk merealisasikan rencana ini.

Tiga Titik Pemberhentian di Bandara Soetta

“Jadi nanti di Soekarno-Hatta sendiri ada tiga terminal. Terminal 1A, 1B, dan pokoknya ada tiga. Terminal 3. Jadi satu rangkaian itu,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Pramono menambahkan, pengaturan rinci mengenai titik naik dan turun penumpang akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama pengelola bandara. Ia mengonfirmasi bahwa Transjakarta akan menjalin kerja sama dengan Angkasa Pura untuk operasional layanan ini.

“Nanti akan ada kerja sama Transjakarta dengan Angkasa Pura,” tegasnya.

Fasilitas Halte yang Memadai

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga berencana menyiapkan halte yang representatif di sejumlah titik sepanjang rute tersebut. Pramono menekankan pentingnya fasilitas halte yang baik, mengingat potensi banyaknya penumpang dari luar Jakarta, bahkan mancanegara, yang akan menggunakan layanan bus Transjakarta dari dan ke Bandara Soetta.

Advertisement

“Pasti nanti warga negara asing juga akan menggunakan ini. Maka wajahnya juga harus wajah yang bagus. Maka kami persiapkan. Ini sambil berjalan. Tidak harus menunggu haltenya jadi, tapi harus berjalanlah,” tuturnya.

Target Operasi dan Kapasitas Armada

Pramono menargetkan rute Transjabodetabek Blok M-Soetta dapat mulai beroperasi sebelum Hari Raya Idul Fitri. Layanan perdana akan didukung oleh 20 unit armada bus, dengan target kapasitas angkut sekitar 2.000 penumpang per hari.

“Biasanya rute baru kita buka 20 unit. Kalau kemudian respons publiknya besar, tentunya kita tambah. Karena untuk perhitungan awal, minimum penumpang yang akan menggunakan, minimum ya itu kurang lebih 2.000-an. 1.950 sampai 2.000 per hari,” jelasnya.

Advertisement