Berita

Demo Ojol di Kedubes AS Berakhir, Jalan Medan Merdeka Selatan Kembali Dibuka Lancar

Advertisement

Jakarta – Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, telah kembali dibuka untuk lalu lintas kendaraan setelah massa dari pengemudi ojek online (ojol) yang menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) membubarkan diri. Pembukaan kembali jalan protokol ini terjadi sekitar pukul 15.15 WIB pada Rabu (14/1/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan bermotor kini dapat melintas dari kedua arah, baik dari Jalan MH Thamrin maupun Jalan Ridwan Rais, tanpa mengalami hambatan berarti. Kondisi lalu lintas terpantau lancar.

Massa ojol membubarkan diri dengan tertib. Sebagian dari mereka berteduh di sisi jalan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Sebelumnya, unjuk rasa ini sempat menyebabkan penutupan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Tuntutan Massa Ojol

Dalam aksinya, massa ojek online menyuarakan beberapa tuntutan. Salah satu poin utama yang disuarakan adalah desakan agar Amerika Serikat membebaskan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

“Iya, salah satu tuntutan kami juga adalah bagaimana bebaskan Maduro,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online (O2) Indonesia, Cecep Saripudin, di depan Kedubes AS, Rabu (14/1).

Cecep juga meminta Pemerintah Indonesia untuk memberikan kecaman terhadap tindakan AS terhadap Venezuela, yang dianggapnya sebagai negara berdaulat dan demokratis.

Advertisement

“Salah satunya juga kita juga meminta pemerintah hari ini memberikan satu, apa, kecaman lah terhadap Amerika yang dilakukan terhadap Venezuela karena Venezuela hari ini adalah negara yang demokratis, negara yang berdaulat,” tegasnya.

Perpres Ojol dan Kesejahteraan Pengemudi

Selain isu internasional, massa ojol juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menerbitkan peraturan presiden (perpres) mengenai regulasi ojek online. Tuntutan ini dilatarbelakangi oleh kondisi kesejahteraan para pengemudi yang dianggap memprihatinkan.

“Hari ini kami hadir meminta kepada Presiden untuk segera mengeluarkan perpres karena pada saat ini, sampai dengan hari ini, kawan-kawan ojek online penderitaannya sangat luar biasa. Potongan-potongannya sangat luar biasa,” ungkap Cecep.

Ia menambahkan, kehadiran negara sangat dibutuhkan untuk memperhatikan kesejahteraan para pengemudi ojol melalui regulasi yang jelas.

“Maka kami meminta negara hadir di dalam kesejahteraan kawan-kawan ojek online dengan mengeluarkannya satu regulasi atau yang disebut dengan perpres,” pungkasnya.

Advertisement